Berita Viral

RESPONS Maruarar Sirait Setelah Disentil Prabowo Program 3 Juta Rumah Omon-omon

Menteri Maruarar Sirait memberi tanggapan terkait program 3 juta rumah yang yang dinilai lambat oleh Presiden Prabowo

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
BolaSport.com
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait, memberi tanggapan terkait program 3 juta rumah yang yang dinilai lambat oleh Presiden Prabowo Subianto. 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberi tanggapan terkait program 3 juta rumah yang yang dinilai lambat oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ara, sapaan akrab Maruarar, mengaku menerima penilaian tersebut.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyentil Program 3 Juta Rumah yang berjalan lambat.

Sentilan itu keluar langsung dari lingkaran dalam melalui Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, yang menyebut progres program ini masih terjebak dalam level "omon-omon" alias No Action Talk Only.

Hashim mengungkapkan hal ini dalam acara Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah di Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026). 

“Presiden tanya kenapa kok program perumahan agak lambat. Saya jelaskan tentu saja ada masalah birokrasi, kementerian perumahan kan kementerian baru, baru satu tahun,” kata Hashim. 

Menanggapi "teguran" dari atasannya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, memilih bereaksi kalem.

"Kita harus bekerja lebih keras lagi. Kita harus berusaha lebih keras lagi," ujar pria yang akrab disapa Ara ini, kepada Kompas.com, Selasa (17/3/2026). 

Untuk membuktikan upaya kerasnya itu, Ara tengah menyiapkan senjata baru berupa Keputusan Menteri PKP (Kepmen PKP) yang dijadwalkan terbit akhir Maret ini. 

Kepmen ini mengatur tentang besaran harga jual, luas lantai, suku bunga, dan jangka waktu pembiayaan pemilikan rumah untuk satuan rumah susun dalam pelaksanaan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). 

Baca juga: Blak-blakan Purbaya Susahnya Warga Dapat Rumah Subsidi, Menkeu Sudah Bertemu Menteri Maruarar Sirait

Dalam lima tahun terakhir (2021-2025), skema pembiayaan rusun subsidi melalui FLPP hanya 140 unit. 

Angka ini praktis tak berarti jika dibandingkan dengan backlog hunian nasional yang masih bertengger sebanyak 9,6 juta unit. 

Ketimpangan paling nyata terjadi di perkotaan, di mana tingkat backlog tiga kali lipat lebih parah dibanding pedesaan. 

Jakarta menjadi potret paling suram dengan angka backlog menyentuh 40,6 persen, hampir separuh warga ibu kota tidak memiliki rumah sendiri. 

Melalui Kepmen ini nantinya, Ara mematok target ambisius 50.000 unit sekaligus merupakan upaya mengubah paradigma dalam penyediaan hunian vertikal subsidi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved