Isu Reshuffle Kabinet

Mencuat Isu Reshuffle Kabinet, Siapa Menteri Diganti Prabowo? Ditanggapi PDIP, Golkar dan Demokrat

Isu perombakan atau reshuffle kabinet di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat.

|
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/TANGKAPAN LAYAR VIDEO
PRESIDEN PRABOWO- Presiden RI Prabowo Subianto. Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat. 

TRIBUN-MEDAN.com - Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat.

Siapa menteri atau pembantu presiden yang akan diganti?

 Isu  reshuffle kabinet kembali mencuat beberapa hari terakhir.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensa, menilai sejatinya reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Jadwal Siaran Chelsea vs Man United, Berikut Klasemen Liga Inggris Saat ini

Namun, ia menilai, publik sebenarnya wajar ingin mengetahui kapan reshuffle dilakukan.

 

"Dalam pemerintahan, presiden paham dan punya kewenangan penuh untuk menentukan siapa yang masuk dan keluar kabinet, meski begitu wajar juga rakyat ingin tahu reshuffle kabinet akan dilakukan," ujar Hensa kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).

Ia berpendapat, terdapat tiga faktor yang menentukan pertimbangan Prabowo dalam melakukan reshuffle kabinet.

Baca juga: Pengumuman Resmi Pertamina tak Semua Jenis BBM Naik, Solar Masih 6.800, Pertamax Turbo, Dexlite Naik

Di antaranya, subjektifitas like and dislike, objektifitas terkait kinerja, dan faktor politis.

 

"Ada tiga menurut saya yang menentukan presiden melakukan reshuffle, yaitu subjektifitas alias suka atau tidak suka, objektifitas terkait kinerja, dan yang paling penting politis dalam arti mengganggu soliditas kabinet atau tidak," kata Hensa.

Baca juga: Polda Sumut Enggan Ungkap Identitas Oknum Polisi Pamer Senjata Pukuli Warga di Medan Timur

Di sisi lain, Hensa pun mengingatkan para pejabat menyadari pentingnya meritokrasi di dalam pemerintahan agar birokrasi bisa tercipta secara profesional.

Baca juga: Update OTT di Tebingtinggi, Polda Tetapkan 2 Pejabat Dinas Kominfo Tersangka,Ada Keponakan Wali Kota

"Buat pejabat, ini penting buat pejabat di sini, kalau emang tidak bisa di bidang itu, jangan diterima kerjaan itu, jadilah pejabat yang meritokrasi," kata Hensa.

Kabar kana ada permobakan kabinet memicu respons beragam dari para elit partai politik besar, mulai dari PDIP, Golkar, hingga Demokrat.

Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani, menanggapi dingin kabar burung tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved