Berita Viral

Tanggapan Istana Polemik 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo Pakai APBN, Begini Respons MUI

Polemik pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto jadi perbincangan hangat di media sosial.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Diskominfo Pakpak Bharat
KURBAN - Hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Masjid Al Falah, di Desa Sukaramai, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, Selasa (26/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Polemik pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto jadi perbincangan hangat di media sosial.

Diketahui, Prabowo menyalurkan sebanyak 1.098  sapi kurban untuk Iduladha 2026 dengan total anggaran mencapai Rp 100 miliar yang bersumber dari APBN.

Harga rata-rata per ekor diperkirakan mencapai sekitar Rp 91 juta di setiap daerah tergantung pada bobot dan lokasi pembelian.

Publik mempertanyakan soal kurban apakah boleh dari APBN.

Ada juga yang menganggap kurban semestinya dari uang pribadi.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro buka suara terkait polemik penggunaan anggaran negara dalam pengadaan sapi kurban Presiden.

Ia mengatakan bahwa penyaluran sapi kurban dari Presiden Prabowo kepada masyarakat pada Hari Raya Iduladha tahun ini merupakan bagian dari program Bantuan Kemasyarakatan Presiden atau Banpres yang telah berlangsung sejak lama.

Menurutnya, sapi kurban tersebut pada dasarnya adalah bantuan pemerintah kepada masyarakat agar warga, khususnya yang membutuhkan, dapat ikut merayakan Iduladha dan menikmati daging kurban.

“Maksud dari sapi kurban dari Presiden adalah bantuan pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya agar warga yang membutuhkan dapat merayakan Iduladha dengan menyembelih hewan kurban bersama,” ujar Juri di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Juri mengungkapkan, tahun ini sebanyak 1.098 ekor sapi disalurkan Presiden Prabowo Subianto ke berbagai penjuru Indonesia.

Sebagai bantuan kepada masyarakat, penggunaan alokasi anggaran Banpres merupakan hal yang lazim dan telah menjadi praktik pemerintahan pada tahun-tahun sebelumnya.

Ia menegaskan, bantuan sapi kurban tersebut tidak ditujukan untuk kepentingan pribadi Presiden, melainkan sepenuhnya disalurkan kepada masyarakat di berbagai daerah.

 Pemerintah ingin kehadiran negara dapat dirasakan langsung oleh warga, terutama melalui momentum keagamaan yang memiliki nilai sosial tinggi seperti Iduladha.

Juri juga menambahkan bahwa secara personal, Presiden Prabowo tetap menunaikan ibadah kurban atas nama pribadi menggunakan dana sendiri.

Hewan kurban pribadi Presiden tersebut juga disembelih dan dibagikan kepada masyarakat.

Respons MUI

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved