Gempa di Sulut

Sulawesi Utara Diguncang Gempa M 7,7, Berikut Daftar 5 Provinsi Berpotensi Dilanda Tsunami

Gempa juga dirasakan di wilayah sekitar termasuk di Mindanao, Filipina, yang berbatasan dengan Sulut.

Tayang:
Tangkapan layar
Peringatan tsunami yang dikeluarkan BMKG pagi ini, Senin (8/6/2026) di sejumlah wilayah di Indonesia. 

Halmahera (waspada) : Perkiraan tiba tsunami 8 Juni 2026   07:29:10 WIB
Donggala bagian Utara (waspada) : Perkiraan tiba tsunami 8 Juni 2026  07:42:10 WIB
Kota ternate (waspada): Perkiraan tiba tsunami 8 Juni 2026  pukul   07:43:25 WIB.
Kota Tidore (waspada) : Perkiraan tiba tsunami 8 Juni 2026  pukul  07:46:40 WIB.
KALIMANTAN TIMUR

Kutai Timur (waspada) : Perkiraan tiba tsunami 8 Juni 2026  pukul  07:44:25 WIB.
Bulungan (waspada) : Perkiraan tiba tsunami 8 Juni 2026  pukul   08:05:40 WIB
Nunukan (waspada) : Perkiraan tiba tsunami 8 Juni 2026  pukul   08:14:25 WIB

Baca juga: Reaksi dr Tifa yang Akan Disidang Bersama Roy Suryo, Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

Penjelasan status tsunami BMKG

BMKG membagi peringatan dini tsunami ke dalam tiga tingkat status, yakni Awas, Siaga, dan Waspada.

Status Awas merupakan tingkat peringatan tertinggi. Pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota yang berada pada status ini diminta segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi secara menyeluruh ke lokasi yang lebih aman.

Langkah ini dilakukan karena potensi ancaman tsunami dinilai dapat membahayakan keselamatan warga di wilayah terdampak.

Status Siaga menunjukkan adanya potensi tsunami yang tetap perlu diwaspadai. Pemerintah daerah di wilayah berstatus Siaga diharapkan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi guna mengurangi risiko apabila gelombang tsunami mencapai daratan.

Sementara itu, Status Waspada merupakan tingkat peringatan yang lebih rendah dibandingkan Awas dan Siaga. Meski demikian, pemerintah daerah dan masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menjauhi kawasan pantai, pesisir, serta tepian sungai yang berpotensi terdampak oleh kenaikan muka air laut atau gelombang tsunami.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG dan pemerintah daerah setempat.

BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir agar tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta petugas terkait.

Warga juga diminta menjauhi kawasan pantai dan terus memantau informasi resmi yang disampaikan BMKG terkait perkembangan peringatan dini tsunami tersebut.

(Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved