Berita Viral
UCAPAN AKBP Adri Desas Hadapi Bus Mahasiswa UI, Sebut Pendemo Keras Kepala: Silakan Tabrak Kami
Ia menegaskan tidak akan mundur selangkah pun dan siap menanggung risiko fisik di jalur jalan tersebut.
Mahasiswa juga mengkritik gaya komunikasi pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai tidak merakyat.
"Kebijakan fiskal bocor, independensi direbut, tak lupa komunikasi yang arogan dari pemerintah kepada publik, justru jauh dari kata rakyat," lanjut pernyataan BEM UI.
Faktor pemicu lain dari aksi ini adalah melonjaknya harga berbagai bahan kebutuhan pokok di pasar.
BEM UI menilai runtuhnya perekonomian saat ini terjadi karena kebijakan negara disusun oleh para pemimpin yang tidak kompeten di bidangnya.
"Sudah terlalu lama masyarakat menahan amarah dan penindasan yang terus mencekik, harga bahan pokok yang terus meningkat, serta seluruh permasalahan ekonomi akibat kebijakan-kebijakan yang disusun oleh pemimpin yang tidak berkompeten," papar BEM UI.
Gerakan unjuk rasa ini ternyata melibatkan aliansi yang cukup besar.
Aksi ini merupakan hasil dari konsolidasi sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang digelar di kampus UI Depok, Jawa Barat, pada Rabu (10/6/2026) malam.
Sejumlah kampus di wilayah Jabodetabek sepakat untuk turun ke jalan bersama.
Elemen yang terlibat di antaranya adalah BEM UI, BEM se-fakultas UI, BEM IPB, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), UIN Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), serta Front Mahasiswa Nasional (FMN).
Ketua FMN, Symphati Dimas, memaparkan bahwa massa awalnya berencana untuk berkumpul dan melaksanakan ibadah bersama terlebih dahulu di kawasan pusat kota.
"Besok kumpul sebelum Jumatan, rencananya salat Jumat di HI sebelum aksi dimulai," kata Dimas pada Kamis (11/6/2026).
Dalam aksi bersama tersebut, aliansi mahasiswa membawa lima tuntutan utama untuk disampaikan kepada pemerintah:
- Mendesak pemerintah untuk segera menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
- Meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok serta harga bahan bakar minyak (BBM).
- Menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
- Mendesak dihentikannya praktik militerisme di ranah sipil.
- Meminta Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui kesalahan pemerintah atas berbagai persoalan yang saat ini terjadi di tengah masyarakat.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com
(Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/UCAPAN-AKBP-Adri-Desas-Hadapi-Bus-Mahasiswa-UI-Sebut-Pendemo-Keras-Kepala-Silakan-Tabrak-Kami.jpg)