Polres Sibolga
Pemulihan Pascabencana di Sibolga Berjalan, Sejumlah Akses Masih Terputus
Lebih dari sebulan setelah bencana tanah longsor dan banjir bandang melanda Kota Sibolga akibat cuaca ekstrem sejak 25 November 2025
TRIBUN-MEDAN.COM, SIBOLGA-Lebih dari sebulan setelah bencana tanah longsor dan banjir bandang melanda Kota Sibolga akibat cuaca ekstrem sejak 25 November 2025, proses pemulihan terus berlangsung.
Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah dan unsur terkait masih melakukan pemantauan intensif terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pada Senin (29/12/2025) sekitar pukul 14.00 WIB, personel Satuan Intelkam Polres Sibolga melaksanakan monitoring dan pengumpulan bahan keterangan terkait perkembangan pascapemulihan bencana di seluruh wilayah kota.
Berdasarkan hasil pemantauan, tercatat 19 titik bencana berupa tanah longsor dan banjir yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Sebagian besar lokasi telah ditangani melalui pembersihan material longsor, baik menggunakan alat berat maupun secara manual melalui gotong royong warga bersama TNI-Polri dan instansi terkait.
Sejumlah ruas jalan utama, seperti Jalan S.M. Raja, Jalan Sudirman, Jalan Murai Ujung, serta kawasan permukiman di Kecamatan Sibolga Utara dan Sibolga Selatan, kini kembali dapat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan besar.
Aktivitas masyarakat pun mulai berangsur normal. Namun demikian, beberapa lokasi masih belum sepenuhnya tertangani. Akses di kawasan Bukit Aido, sekitar Kolam Renang Lobu, serta jalur alternatif Sibolga–Tarutung di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sibolga hingga kini masih tertutup material longsor dan belum dapat dilalui.
Di wilayah permukiman padat penduduk, seperti di belakang SMP Negeri 5 Kota Sibolga serta sejumlah gang sempit di Sibolga Selatan dan Sibolga Utara, pembersihan masih dilakukan secara manual. Lumpur, bebatuan, sisa bangunan, dan batang kayu besar masih ditemukan dan berpotensi menghambat aliran parit serta akses lingkungan.
Dari data yang dihimpun, bencana tersebut mengakibatkan 55 orang meninggal dunia, terdiri atas 35 perempuan dan 20 laki-laki. Seluruh korban telah ditemukan dan dievakuasi. Selain itu, sebanyak 231 unit rumah dilaporkan mengalami rusak berat.
Jumlah pengungsi yang masih tercatat hingga saat ini mencapai 261 orang, tersebar di sejumlah lokasi pengungsian di Kecamatan Sibolga Utara, Sibolga Sambas, dan Sibolga Selatan.
Para pengungsi menempati aula gereja, sekolah, rumah warga, posko Kementerian Sosial, serta fasilitas pemerintah seperti kantor camat dan musala.
Pemerintah Kota Sibolga bersama Polres Sibolga, TNI, dan pemangku kepentingan lainnya saat ini telah memasuki masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan, dengan fokus pada rehabilitasi dan rekonstruksi.
Upaya yang dilakukan meliputi pembersihan permukiman warga, pembukaan akses jalan, serta normalisasi aliran Sungai Aek Doras menggunakan alat berat untuk mencegah banjir susulan.
Meski demikian, kondisi cuaca masih menjadi perhatian. Berdasarkan informasi BMKG, hingga Senin (29/12/2025), cuaca di Kota Sibolga masih tergolong ekstrem dengan intensitas hujan cukup tinggi, terutama pada sore dan malam hari. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan.
Secara umum, proses pemantauan dan pemulihan pascabencana di wilayah hukum Polres Sibolga berjalan aman dan kondusif, dengan dukungan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.(Jun-tribun-medan.com).
| Polres Sibolga Serahkan Bingkisan Natal kepada Personel yang Merayakan Natal |
|
|---|
| Operasi Lilin 2025, Polres Sibolga Pengamanan Di Pelabuhan Pelindo, Antisipasi Lonjakan Penumpang |
|
|---|
| Tas dan Tawa Baru untuk Anak-anak Sibolga, Polri Pulihkan Luka Pascabencana |
|
|---|
| Polisi Terus Cari Korban Hilang Banjir Bandang di Sibolga |
|
|---|
| Blue Light Patrol Satlantas Polres Sibolga Menjaga Kota Tetap Tenang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pembersihan-dan-pemulihan-infrastruktur-meski-sejumlah-titik.jpg)