Walubi Apresiasi Peran Wesly Silalahi Dalam Perayaan Imlek 2577 Kongzili di Siantar
Walubi Apresiasi Peran Wesly Silalahi Dalam Perayaan Imlek 2577 Kongzili di Siantar
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - DPD Walubi Kota Pematangsiantar memberi apresiasi terhadap upaya pendekatan Wali Kota Wesly Silalahi SH MKn terhadap masyarakat Tionghoa di Kota Pematangsiantar mulai terasa, khususnya pada momen perayaan Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPD Walubi Kota Pematangsiantar Chandra Yau kepada reporter Tribun-Medan.com, Senin (2/3/2026). Bagi Chandra, Pemerintah Kota Pematangsiantar khususnyabBapak kali kota yang sudah hadir dan memfasilitasi perayaan Cap Go Meh tahun ini.
“Perayaan Cap Go Meh tahun ini begitu semarak dengan adanya kolaborasi DPD Walubi Pematangsiantar, Pemko Pematangsiantar dan Polresta Pematangsiantar sehingga acara berjalan lancar, aman, meriah dan mendapat sambutan positif dari masyarakat,” kata Chandra.
“Semoga kegiatan ini bisa berjalan berkesinambungan dan memberi hiburan kepada masyarakat Pematangsiantar tanpa memandang agama, ras, dan suku,” lanjut Chandra.
Dari perayaan ini, ujar Chandra, semua masyarakat merasakan perkumpulan yang hangat untuk menyaksikan parade Naga dan Barongsai yang melintasi jalan protokol di Pematangsiantar.
“Semoga ini bisa menjadi salah satu poin untuk mewujudkan Pematangsiantar sebagai kota paling Toleransi di Indonesia,” kata Chandra.
Selain hadir dalam perayaan Imlek 2577 Kongzili, Wali Kota Wesly Silalahi lewat Dinas PRKP Pematangsiantar memasang ornamen lampion di enam titik strategis di Kota Pematangsiantar. Ornamen ini memberikan rasa pengakuan terhadap masyarakat Tionghoa di Kota Pematangsiantar.
Di Siantar, komunitas masyarakat Tionghoa memberikan sumbangsih dalam bidang pendidikan, perdagangan dan jasa hingga pembangunan. Kolaborasi dalam kemajemukan ini membawa Siantar ke dalam jajaran lima besar Indeks Kota Toleransi (IKT) tahun 2025.
Wesly Silalahi dan istri Ny Liswati Sinaga hadir dalam perayaan Imlek bersama PT STTC dan Walubi pada Jumat (27/2/2026). Ia bahkan mengikuti tradisi Yusheng, yaitu makan ikan mentah secara bersama-sama sebagai makna kebersamaan, keberuntungan, kesehatan dan kemakmuran.
“Kebersamaan selama ini merupakan simbol harmoni dalam fondasi utama membangun Kota Siantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif dan Selaras,” ujar Wesly dalam sambutannya.(*)
| Warga Ngeluh, Menara Air di Simpang Gurilla-Sibatubatu tak Pernah Berfungsi Lagi sejak Tahun 2015 |
|
|---|
| Polres Siantar Selidiki Perampokan Toko Emas di Pasar Horas, Wajah Pelaku Terekam Jelas |
|
|---|
| Kronologi Toko Emas di Pasar Horas Dirampok, Pelaku Banyak Tanya soal Tempah Perhiasan |
|
|---|
| Toko Emas di Gedung 2 Pasar Horas Siantar Dirampok, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta |
|
|---|
| Kejati Sumut Ambil Alih Penyelidikan Dugaan Korupsi Pembelian Rumah Singgah Siantar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Walubi-Apresiasi-Peran-Wesly-Silalahi-Dalam-Perayaan-Imlek-2577-Kongzili-di-Siantar.jpg)