Sumut Terkini
NPC Sumut Gelar Rakerprov 2026, Susun Program Pembinaan Menuju Peparnas 2028
Rakerprov yang diikuti pengurus NPC kabupaten/kota se-Sumatera Utara ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – National Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara terus memperkuat fondasi pembinaan olahraga disabilitas melalui pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) 2026 yang digelar di Hotel Fave Medan, Rabu (3/6/2026) malam.
Rakerprov ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penyusunan program pembinaan atlet dan penguatan organisasi untuk menghadapi berbagai agenda nasional maupun internasional ke depan.
Rakerprov yang diikuti pengurus NPC kabupaten/kota se-Sumatera Utara ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Bahkan, Pemprov Sumut menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlakuan yang setara bagi atlet disabilitas, baik dalam hal pembinaan, pemberian bonus prestasi, maupun pemanfaatan fasilitas olahraga.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Sumut, M Mahfullah Daulay, mengatakan kesetaraan pembinaan olahraga merupakan tanggung jawab pemerintah daerah kepada seluruh insan olahraga yang telah mengharumkan nama Sumatera Utara dan Indonesia di berbagai ajang.
Menurutnya, pemerintah tidak ingin ada perbedaan perlakuan antara atlet disabilitas dan atlet non-disabilitas dalam memperoleh dukungan pembinaan maupun penghargaan atas prestasi yang diraih.
“Rakerprov NPC Sumut ini tentu menjadi bahan evaluasi terhadap pembinaan atlet yang telah dilakukan selama tahun 2025 hingga pertengahan 2026. Selain itu, kami juga menerima berbagai masukan dari NPC Sumut, termasuk apabila diperlukan revisi pengajuan dana hibah tahun 2026 untuk kebutuhan yang benar-benar penting demi mendukung program pembinaan dan organisasi,” ujar Mahfullah dalam keterangan resminya yang diterima Tribun Medan.
Pria yang akrab disapa Ipunk itu menjelaskan, bentuk komitmen pemerintah daerah selama ini telah diwujudkan melalui pemberian bonus yang setara bagi atlet peraih medali di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) maupun Pekan Olahraga Nasional (PON).
Bonus tersebut, kata dia, telah diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution kepada atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu.
Selain itu, fasilitas olahraga yang dibangun dan digunakan saat pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut 2024 juga kini dapat dimanfaatkan secara gratis oleh atlet-atlet NPC Sumut sebagai sarana latihan sehari-hari.
“Sumut juga memiliki peluang besar untuk menjadi tuan rumah Peparnas 2028 karena fasilitas olahraga yang tersedia sudah sangat memadai. Tinggal bagaimana kesiapan pemerintah daerah, khususnya dari sisi pendanaan. Kami juga berharap NPC Sumut terus melahirkan atlet-atlet potensial yang tidak hanya membela Sumut, tetapi juga Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua NPC Sumut, Alan Sastra Ginting, menyebut Rakerprov merupakan agenda tahunan yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas organisasi dan pembinaan atlet.
Melalui forum tersebut, seluruh pengurus NPC kabupaten dan kota dapat memberikan masukan terhadap program kerja yang telah berjalan sekaligus menyusun strategi pembinaan yang lebih efektif ke depan.
“Kami sangat mengapresiasi kesetaraan yang telah kami rasakan selama ini, baik dalam hal pemberian bonus maupun penggunaan sarana dan prasarana latihan atlet yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Pada Rakerprov kali ini, kami juga berharap dukungan pemerintah terus berlanjut untuk memperkuat program pembinaan atlet, terutama dalam menyongsong Peparnas 2028,” ujar Alan.
Menurut Alan, keberhasilan NPC Sumut meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah yang konsisten melalui dana hibah, pelaksanaan kejuaraan daerah, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia pelatih.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pengurus NPC kabupaten dan kota yang terus melakukan pembinaan sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berbakat yang kini memperkuat pemusatan latihan nasional (Pelatnas).
Alan mencontohkan keberhasilan Sumut pada Peparnas 2024 di Solo. Meski hanya mengirimkan sekitar 80 atlet dan menjadi salah satu kontingen terkecil di antara provinsi penghuni 10 besar klasemen medali, Sumut justru mampu menembus lima besar nasional.
“Kita pada Peparnas 2024 di Solo hanya membawa sekitar 80 atlet atau menjadi salah satu kontingen terkecil di antara provinsi yang masuk 10 besar. Namun, Sumut mampu finis di peringkat lima besar. Ini menunjukkan bahwa pemetaan prioritas pembinaan yang kita lakukan berjalan dengan baik,” katanya.
Alan yang juga merupakan pelatih nasional para atletik NPCI menambahkan, saat ini NPC Sumut sedang mengembangkan sejumlah cabang olahraga baru yang diproyeksikan menjadi lumbung medali pada Peparnas 2028.
Beberapa cabang olahraga yang mulai mendapatkan perhatian khusus antara lain para panjat tebing dan para taekwondo. Kedua cabang tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menyumbangkan prestasi bagi Sumatera Utara pada masa mendatang.
“Kami saat ini membina lebih dari 15 cabang olahraga. Untuk para panjat tebing, pembinaannya sudah berjalan sejak tahun lalu dan dipusatkan di kawasan Stadion Mini Disporasu. Ke depan, kami mengajak seluruh pengurus NPC kabupaten dan kota untuk terus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program pembinaan, penyelenggaraan kejuaraan, hingga penguatan latihan atlet,” ucapnya.
Dukungan terhadap program NPC Sumut juga datang dari NPC Indonesia. Ketua Bidang Humas NPCI Pusat, Herry Isranto, menilai Sumatera Utara merupakan salah satu daerah yang memiliki sistem pembinaan olahraga disabilitas yang sangat baik.
Ia menyebut dari sisi organisasi, administrasi, hingga prestasi atlet di level nasional dan internasional, NPC Sumut menunjukkan perkembangan yang positif. Proses regenerasi atlet juga berjalan dengan baik sehingga menjadi modal besar untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Mudah-mudahan Sumut bisa menjadi tuan rumah Peparnas 2028 karena seluruh potensinya sudah sangat mendukung. Bahkan bukan tidak mungkin NPC Sumut bisa masuk dua besar nasional karena banyak atlet potensial yang saat ini membela Indonesia di berbagai kejuaraan internasional seperti ASEAN Para Games dan Asian Para Games,” kata Herry.
Menurutnya, salah satu langkah yang perlu dipersiapkan ke depan adalah pembangunan kawasan Sport Center khusus atlet disabilitas agar proses pembinaan dapat dilakukan secara lebih terpusat dan maksimal.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumut yang dinilai telah memberikan perhatian luar biasa kepada atlet disabilitas.
“Saya melihat dukungan Pemerintah Sumut sudah sangat luar biasa. Reward bagi atlet berprestasi sudah disamaratakan dengan atlet binaan KONI Sumut. Selain itu, sarana dan prasarana latihan yang tersedia juga sudah memenuhi standar internasional. Ini menjadi modal besar bagi Sumut untuk terus berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Rakerprov NPC Sumut, Supriono, menjelaskan kegiatan tersebut diikuti oleh 16 pengurus NPC kabupaten dan kota serta pengurus NPC Sumut.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan penguatan organisasi, manajemen keolahragaan, hingga strategi pembinaan atlet.
Beberapa materi yang dibahas antara lain manajemen keorganisasian oleh Suliadi, peran stakeholder dalam pendidikan oleh Dr Rinaldi Aditya S.Pd., M.Pd., penguatan organisasi oleh Drs Rio Suseno, integrasi program utama NPCI pusat dan provinsi oleh Sulaksono dari NPCI Pusat, serta pembinaan olahraga prestasi dan identifikasi bakat olahraga yang dibawakan Prof Dr Suprayitno dan Hardodi Sihombing S.Pd., M.Pd.
(Cr29/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Pertamina Pastikan Pasokan LPG 3 Kg di Tanjungbalai Normal, Monitoring Distribusi Diperkuat |
|
|---|
| Kuasa Hukum Dante Sinaga Kecewa, Tempus Delicti Tak Jadi Pertimbangan Putusan Sela |
|
|---|
| Di Depan DPRD Sumut, BNI Tegas Ingin Kasus Koperasi Swadharma Cepat Selesai |
|
|---|
| Polres Samosir Ungkap 4 Kasus Narkotika Selama Operasi Antik Toba 2026 |
|
|---|
| 20 Hari Kerja, Polres Tanjungbalai Amankan 19 Orang Terlibat Narkoba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Foto-bersama-peserta-Rakerprov-NPC-Sumut-di-Hotel-Fave-Medan-Rabu-362026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.