Banjir dan Longsor di Sumut

UPDATE Data BNPB Rabu Pagi, Korban Banjir Sumut 301 Meninggal dan 163 Dinyatakan Hilang

Data terbaru BNPB, bencana di Sumatra Utara (Sumut) telah menelan 301 korban meninggal dunia, dan 163 warga dinyatakan hilang

|
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/POLDA SUMUT
BANJIR SUMUT - Kondisi Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga usai kena bencana alam longsor dan banjir, Jumat (28/11/2025). Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Rabu (3/12/2025) pagi, bencana di Sumatra Utara (Sumut) telah menelan 301 korban meninggal dunia, dan 163 warga lainnya belum ditemukan. 

Ringkasan Berita:Korban Banjir Sumatra
  • Data BNPB, Rabu (3/12/2025) pagi, korban meninggal bencana di Sumut, Sumbar, dan Aceh mencapai 753 orang
  • Di Provinsi Aceh tercatat 218 korban meninggal serta 227 orang masih hilang. 
  • Di Sumut, 301 korban jiwa, dan 163 warga lainnya belum ditemukan. 
  • Korban di Sumbar sebanyak 234 orang meninggal dan 260 warga hilang.
  • Total jumlah warga luka-luka di ketiga provinsi mencapai 2.600 orang. Selain itu, 3,3 juta jiwa terdampak bencana.

 

TRIBUN-MEDAN.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatra hingga Rabu (3/12/2025) pagi, mencapai 753 orang.

Sebanyak 650 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan oleh tim pencarian gabungan.

Data terbaru BNPB yang dirilis melalui laman resminya merinci bahwa bencana di Sumatra Utara (Sumut) telah menelan 301 korban meninggal dunia, dan 163 warga lainnya belum ditemukan. 

Provinsi Aceh tercatat 218 korban meninggal serta 227 orang masih hilang.

Adapun di Sumatra Barat, sebanyak 234 orang meninggal dan 260 warga dinyatakan hilang akibat banjir bandang dan longsor yang menghantam sejumlah wilayah.

Selain korban jiwa, jumlah warga yang mengalami luka-luka di ketiga provinsi mencapai 2.600 orang. 

Baca juga: Viral Warga Ramai-ramai Pungut Beras dari Tanah yang Distribusikan dari Helikopter di Taput

Terdampak 3,3 Juta Jiwa

BNPB juga mencatat skala dampak yang sangat luas, dengan total 3,3 juta jiwa terdampak bencana, mulai dari kehilangan tempat tinggal, terganggunya akses logistik, hingga kerusakan fasilitas umum dan jaringan komunikasi.

Upaya penyelamatan masih terus berlangsung. Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan telah mengevakuasi 35.857 warga terdampak hingga Selasa (2/12/2025) malam.

Operasi evakuasi dilakukan secara simultan di berbagai kabupaten dan kota yang mengalami banjir bandang maupun longsor. 

Di Aceh, Basarnas mengevakuasi 1.600 warga dari 18 wilayah terdampak. 

Sementara di Sumatra Utara, sebanyak 4.599 warga berhasil dievakuasi dari 11 kabupaten dan kota. 

Provinsi Sumatra Barat menjadi wilayah dengan jumlah evakuasi terbesar, yakni 29.658 warga dari 11 daerah yang dilanda banjir besar dan longsor.

Operasi penyelamatan dilakukan dengan dukungan personel gabungan, termasuk TNI, Polri, relawan setempat, dan berbagai instansi pemerintah daerah. 

Di beberapa lokasi, petugas masih menghadapi hambatan berupa akses jalan yang putus, cuaca ekstrem, dan medan berat yang menyulitkan proses pencarian dan evakuasi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved