Berita Medan

PERINGATAN Cuaca Ekstrem di Sumut 8–15 Desember 2025, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Mulai 8 hingga 15 Desember 2025, hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi mengguyur sejumlah daerah, terutama di kawasan pantai barat Sumut.

Tayang:
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Mulai 8 hingga 15 Desember 2025, hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi mengguyur sejumlah daerah, terutama di kawasan pantai barat Sumut.

Peringatan ini disampaikan langsung Kepala BMKG, Hendro Nugroho, dalam keterangan resminya, Senin (8/12/2025).

PRAKIRAAN CUACA- Info grafis prakiraan cuaca yang dirilis oleh BMKG Wilayah I Medan. Terdapat 26 wilayah berpotensi dilanda cuaca buruk di Sumut.
PRAKIRAAN CUACA- Info grafis prakiraan cuaca yang dirilis oleh BMKG Wilayah I Medan. Terdapat 26 wilayah berpotensi dilanda cuaca buruk di Sumut. (BMKG)

Baca juga: WARNING! 26 Wilayah di Sumatera Utara Berpotensi Dilanda Cuaca Buruk Selama 8 Hari, Waspadai Banjir

Baca juga: Sempat Menangis Melihat Rumahnya Sudah Rata Dengan Tanah, Asrin: Ngerilah, Semua Turun ke Desa

Baca juga: Bupati Tapteng Bicara Nasib Kayu Gelondongan Pascabanjir Bandang: Kita Kelola Untuk Masyarakat

Bibit Siklon Tropis 915 Pengaruhi Cuaca Sumut

BMKG mengidentifikasi Bibit Siklon Tropis 915 yang berada di Samudera Hindia sebelah barat daya Lampung.

Sistem ini memicu belokan angin, konfluensi atau pertemuan massa udara, serta didukung gelombang atmosfer aktif dan fenomena MJO (Madden Julian Oscillation) yang berada dekat pusat sirkulasinya.

Kondisi atmosfer juga diperparah oleh IOD negatif yang masih berlangsung hingga Desember, serta suhu muka laut hangat 29–30 derajat celcius dan kelembapan udara tinggi di berbagai lapisan atmosfer. 

Kombinasi seluruh faktor tersebut meningkatkan suplai uap air sehingga pertumbuhan awan-awan hujan makin masif di wilayah Sumut.

Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

BMKG menyebutkan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, yakni:

Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan

Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunungsitoli

Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan

Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara

Langkat, Kota Medan, Kota Binjai, Deli Serdang, Karo

Simalungun, Samosir, Serdang Bedagai, Kota Pematang Siantar

Labuhanbatu Selatan

“Dalam seminggu ke depan beberapa wilayah di Sumatera Utara diperkirakan akan mengalami peningkatan intensitas hujan. Masyarakat diimbau lebih waspada dan mengambil langkah antisipatif,” kata Hendro.

BMKG Imbau Kepala Daerah Perkuat Koordinasi

BMKG juga meminta para kepala daerah terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri setempat untuk memastikan kesiapsiagaan di daerah masing-masing. Pasalnya, cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Masyarakat pun diminta selalu memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BBMKG Wilayah I Medan, termasuk media sosial @infobmkgsumut, dan tidak mudah mempercayai kabar dari sumber tak resmi.

Untuk kebutuhan informasi cuaca, masyarakat dapat menghubungi Call Center BBMKG Wilayah I di nomor 0821-6804-3653 atau email bbmkg1@bmkg.go.id.

Tetap Waspada, Jaga Keselamatan

Dengan intensitas hujan yang diprediksi meningkat, masyarakat diminta berhati-hati terhadap potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, serta gelombang tinggi di wilayah pesisir.

“Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian dan kesiapsiagaan kita bersama,” tutup Hendro.

 Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, juga telah mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama pemerintah pusat yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara hybrid. 

Rapat tersebut tak hanya soal kesiapan Nataru, namun juga membahas mitigasi bencana hidrometeorologi yang dalam beberapa pekan terakhir kembali memakan banyak korban dan wilayah. 

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam arahannya menegaskan bahwa cuaca ekstrem tidak bisa diprediksi, sementara gelombang bencana datang dalam hitungan hari.

"Kita baru saja menyaksikan dua bencana besar, di Jawa Tengah dan kemudian di Aceh, Sumut, sampai Sumbar. Ini tanda bahwa kita semua harus siap," tegas Tito.

Mobilitas masyarakat saat Nataru juga menjadi perhatian serius. Dari arus mudik, lonjakan wisata, hingga potensi kelangkaan pangan, semuanya disebut memiliki risiko jika tidak diantisipasi sejak dini.

"Ini semua memerlukan sinergi. Daerah jangan bekerja sendiri, setelah rapat ini Forkopimda harus langsung konsolidasi," pesan Tito.

Tak hanya Mendagri, Wakil Menko Polhukam, Jenderal (Purn) Lodewijk F. Paulus juga memaparkan enam pendekatan strategis untuk menjaga stabilitas daerah selama Nataru.

Mulai dari deteksi dini, patroli terpadu, posko 24 jam, hingga komunikasi publik yang cepat dan efektif.

Ia juga merinci prioritas nasional: memperkuat koordinasi, menjaga kelancaran transportasi, mengamankan tempat ibadah, pusat keramaian, hingga memastikan stok pangan tetap tersedia.

Di ruangan yang sama, Wali Kota Medan Rico Waas mencatat dengan cermat. Kota Medan sendiri masih bergulat dengan banjir di sejumlah titik dalam seminggu terakhir.

Pemeriksaan kesehatan, dapur umum, distribusi logistik, semuanya berjalan beriringan dengan persiapan Nataru yang tinggal hitungan pekan.

"Saat ini kita terus fokus dalam penanganan pasca banjir dan antisipasi yang terjadi di Kota Medan. Koordinasi dengan Forkopimda berlangsung intens," ujar Rico Waas usai Rakornas.

Ia memastikan seluruh arahan pemerintah pusat akan langsung diturunkan ke tingkat pelaksana daerah. Termasuk persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru, mulai dari pengamanan jalur mudik hingga kestabilan harga bahan pangan.

"Pemko Medan berkomitmen memastikan masyarakat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, tertib, dan lancar," tambahnya.

Langkah konsolidasi lintas sektor disebut akan segera dilakukan, menyatukan TNI, Polri, OPD, hingga jajaran kecamatan. Sementara itu, berbagai kementerian dari BMKG, Kemenkes, Kemenparekraf, Basarnas hingga PLN ikut memberi paparan teknis mengenai kesiapsiagaan lapangan. 

(Dyk/Tribun-Medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved