Musda Golkar Sumut
Dinamika Musda Golkar Sumut, Pengamat Politik Ingatkan Bahlil Lahadalia Agar Akomodir Seluruh Kader
Bahlil Lahadalia memiliki peran krusial sebagai sosok penengah yang harus merangkul semua pihak tanpa memberikan perlakuan istimewa.
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Pengamat politik Bakhrul Khair Amal menyoroti dinamika internal Partai Golkar Sumatera Utara menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI pasca-pergantian kepemimpinan dari Musa Rajekshah ke Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas.
Bakhrul menilai Musda kali ini harus benar-benar menjadi wadah untuk mengakomodir suara murni para kader, bukan justru mempertontonkan praktik politik yang menjurus pada pemenuhan kepentingan kelompok tertentu saja.
Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, diharapkan mampu menunjukkan ketegasan sebagai pemimpin pusat untuk menjamin tidak adanya polemik yang dapat merugikan posisi Golkar sebagai partai pemenang di Sumatera Utara.
Pesan untuk Ketum Bahlil Terkait Transparansi dan Tekanan Politik
Bakhrul menekankan bahwa Bahlil Lahadalia memiliki peran krusial sebagai sosok penengah yang harus merangkul semua pihak tanpa memberikan perlakuan istimewa kepada calon tertentu dalam bursa ketua DPD.
"Bahlil harus menjadi ayah yang baik bagi seluruh kader Golkar terkhusus terkait dinamika di Sumatera Utara. Buktikan jika Bahlil melakukan hal ini bukan karena tekanan politik dari pihak tertentu. Silahkan akomodir semua kader yang ingin maju di Musda Golkar Sumatera Utara tanpa ada memberikan perhatian khusus pada siapa pun,” kata Bakhrul pada Senin (29/12/2025).
Menurutnya, keterbukaan dalam pemilihan ketua sangat penting dilakukan agar pandangan skeptis masyarakat terhadap kemunduran demokrasi di internal partai dapat berkurang.
Kritik terhadap Praktik Nepotisme dan Budaya Politik Internal
Ia juga menyampaikan kegelisahan terkait praktik politik di Indonesia yang dinilai semakin menjauh dari kondisi ideal akibat adanya dominasi kepentingan kaum kapitalis dalam proses pengambilan kebijakan partai.
"Ini kan sudah jauh menyimpang, tidak ada lagi demokrasi dalam acara yang judulnya musyawarah daerah. Bagaimana mungkin musyawarah tapi tidak ada demokrasi, tidak ada ruang untuk mengakomodir pemilik suara yang sah berdasarkan AD/ART mereka? Ini kondisi yang sangat ironis pada partai-partai politik,” sebut Bakhrul dengan nada kritis.
Bakhrul mengingatkan bahwa pemilihan secara demokratis yang terbuka pernah dilakukan dengan sangat baik oleh sosok Akbar Tanjung, dan seharusnya semangat tersebut kembali dihidupkan dalam Musda Golkar Sumut kali ini.
Potensi Kendala Demokrasi dan Prediksi Sosok Pemimpin Ideal
Meskipun yakin bahwa ruang demokrasi yang luas akan melahirkan pemimpin yang ideal, Bakhrul merasa pesimis hal tersebut dapat terwujud sepenuhnya karena realitas politik yang masih dipengaruhi sentimen personal.
"Kalau itu dilakukannya maka semua pandangan-pandangan yang skeptis terhadap Partai Golkar akan berkurang," ungkapnya saat menjelaskan dampak jika mekanisme konvensi yang jujur benar-benar diterapkan.
Namun, ia menutup pandangannya dengan kalimat yang menggambarkan tantangan besar dalam sistem politik saat ini yang masih terbelenggu oleh kepentingan sempit.
"Sayangnya hal ini mungkin tidak akan terjadi. Karena faktanya, politik kita masih berkutat pada tiga hal yaitu balas budi, balas jasa dan balas dendam," kata Bakhrul Khair Amal.
(cr17/tribun-medan.com)
| Sempat Dukung Ijeck, DPD Partai Golkar Siantar Komitmen Dukung Suksesi Andar Amin Harahap |
|
|---|
| Kata-kata Andar Amin Harahap Awal Kali jadi Ketua Golkar Sumut Periode 2025-2030 |
|
|---|
| Hasil Musda Golkar Sumut, Andar Amin Harahap Terpilih Sebagai Ketua DPD Golkar Sumut 2025-2030 |
|
|---|
| Statemen Andar Amin Harahap setelah Resmi Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Golkar Sumut 2025-2030 |
|
|---|
| Andar Harahap Dapat Dukungan Mutlak Jadi Calon Ketua DPD Golkar Sumut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/GOLKAR-SUMUT-Pengurus-Golkar-Sumatera-Utara.jpg)