Lakalantas Maut di Tebingtinggi

Korban Kecelakaan Kereta Api Tebingtinggi Sempat Siaran Langsung Singgah ke Pesta Tapai di Batu Bara

Peristiwa kecelakaan hebat antara kereta api Sribilah Utama dengan satu unit mobil minibus jenis Toyota Avanza di Kota Tebingtinggi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
KECELAKAAN KERETA API - Kondisi mobil Toyota Avanza yang ringsek dihantam kereta api setelah mengalami kecelakaan, di Sektor 5, Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Rabu (21/1/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Peristiwa kecelakaan hebat antara kereta api Sribilah Utama dengan satu unit mobil minibus jenis Toyota Avanza di Kota Tebingtinggi, Rabu (21/1/2026) kemarin saat ini menjadi perhatian masyarakat ramai.

Dimana, dalam kecelakaan yang terjadi di perlintasan tanpa palang pintu itu, menyebabkan sembilan orang meninggal dunia. 

Seluruh korban, diketahui merupakan sopir dan penumpang Toyota Avanza dengan plat nomor BK 1657 ABP berwarna abu-abu itu.

Saat ini, seluruh korban sudah disemayamkan dan dikebumikan oleh keluarga di tiga tempat berbeda. Yaitu di Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, dan di Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang. 

Berdasarkan informasi yang didapat, sebelum peristiwa nahas tersebut para korban awalnya berangkat dari Kota Medan menuju ke Kabupaten Batu Bara untuk menghadiri undangan di tempat kerabatnya.

Selain dibenarkan oleh pemerintah desa di salah satu kediaman korban, kabar para korban menghadiri undangan juga terlihat dari unggahan salah satu korban di media sosialnya. 

Dalam unggahan di media sosial facebook milik salah satu korban yaitu Daratu Laila, terlihat video yang menunjukkan korban sedang dalam perjalanan di lajur jalan tol.

Dalam videonya tersebut, Daratu Laila menuliskan penjelasan jika ia sedang dalam perjalanan ke Kabupaten Batu Bara untuk menghadiri undangan. 

"Go Batu Bara undangan," dikutip dalam video pendek di facebook Daratulaila. 

Masih dalam unggahan facebooknya, video lainnya menunjukkan siaran langsung yang sempat dilakukannya setelah tiba di Kabupaten Batu Bara.

Dalam video tersebut, tampak seluruh korban berada di salah satu warung yang menjajakan berbagai panganan khas masyarakat melayu seperti lemang dan tapai. 

"Nih pesta tapai, ada lomang (lemang). Ini nek Ucu, beli tapai dia, borong tapai. Siap-siap makan tapai buk Tiara," ucapnya dalam siaran langsung. 

Di dalam video siaran langsungnya, ia juga sempat merekam sang ibu yang tampak mengenakan jilbab berwarna putih.

Saat itu, sang ibu tampak asyik memilih beberapa bungkusan yang berisikan kepah (kerang kecil) yang diolah dengan bumbu rendang. 

"Ini omak kami, moms kami. Borong kopah dia, kopah rondang," ucapnya. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved