Sumut Terkini
Suami yang Bunuh Istri Ternyata Sering KDRT di Depan Tetangga
Melainkan, Ananda Isnaini Putri tinggal di kamar setelah di rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) Kisaran di blok 2 lantai 4.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM, KISARAN- Kasus Pembunuhan yang dilakukan oleh M Ali (29) terhadap istrinya Ananda Isnaini Putri (20) di Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan Senin (2/2/2026) lalu ternyata menyimpan pilu.
Pasalnya, Ananda Isnaini Putri sering mendapatkan perlakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh pelaku kepada korban.
Dijelaskan salah seorang tetangga korban, bahwa lokasi tempat meninggal korban di salah satu perumahan di Kelurahan Sidodadi, Kisaran Barat itu bukanlah kediaman dari Ananda Isnaini Putri.
Melainkan, Ananda Isnaini Putri tinggal di kamar setelah di rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) Kisaran di blok 2 lantai 4.
Menurutnya, Ananda Isnaini Putri kerap mengalami kekerasan dari pelaku M Ali dan pelaku tidak sungkan-sungkan melakukan kekerasan terhadap korban meskipun ada warga yang melihat.
"Kami sering dengar kalau didalam itu kejadian keributan. Bahkan, dia juga ga sungkan memukul korban meskipun ada warga disitu," kata salah satu penghuni rusunawa Kisaran yang tak ingin disebutkan namanya saat dihubungi tribun-medan.com, Rabu (4/2/2026).
Katanya, sudah hampir dua tahun korban tinggal disana kerap mendapatkan kekerasan dari pelaku. Hanya saja, warga tidak berani ikut campur rumah tangga orang.
"Kami karena lihat dia (pelaku) bertato dan badannya besar, kami ga berani ikut campur. Terlebih, memang urusan rumah tangga orang lain," katanya.
Ia juga mengaku, bahwa setelah pelaku membeli rumah di perumahan di Kelurahan Sidodadi, korban kerap dipanggil hanya untuk beres-beres rumah dan tidak untuk tinggal dirumah yang dibeli tersebut.
"Jadi semua itu sudah tau kalau dia ini seperti itu. Maaf katanya, sampai seperti pembantu dia. Dia kesana hanya untuk bersih-bersih rumah," ungkapnya.
Lanjut pria muda ini, korban merupakan warga yang ramah dan kerap bersosial kepada masyarakat sekitar rusunawa.
"Kalau dia habis dipukuli suaminya, nanti dia pasti turun ke lantai dasar di satu warung, dia itu cerita sama ibu-ibu disitu. Dia selalu ditenangi dan disupport oleh ibu-ibu di rusunawa ini," katanya.
Dia juga mengungkapkan bahwa korban memiliki satu orang anak yang masih bayi.
"Kami kadang kasihan, dia ada anak bayinya, kemudian dipukuli suaminya. Terkadang kami warga Rusunawa ini cuma elus dada saja melihatnya," ungkapnya.
Sementara, pihak kepolisian Satreskrim Polres Asahan masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini, dan masih mencari informasi-informasi yang beredar di masyarakat.
(cr2/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Dari Bisnis Kavling ke Penjara, Ustad Roni Paslani Jalani Sidang Kasus Dugaan Pemalsuan Tanah |
|
|---|
| Tersisa 7 Hari Lagi, Kompol Dedy Kurniawan Belum Kirim Nota Banding Pemecatan Dirinya |
|
|---|
| 49 Batang Kayu Berukuran Besar Ditemukan di Perkebunan Warga di Asahan |
|
|---|
| Warga Paluta Lapor Propam Polda, Sekuriti Kebun Jadi Tersangka Usai Tangkap Terduga Pencuri Sawit |
|
|---|
| Pemkab Deli Serdang Perkuat Pasukan Satpol PP, PPPK Paruh Waktu Dialihkan jadi Personil Satpol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Tampang-Pria-bertato-MA-29-diduga-suami-korban.jpg)