Sumut Terkini
USAI Viral Aksi Protes Bobby Tinggalkan Rapat, Tim Bappenas Langsung Datang ke Medan Selaraskan Data
Setelah viral aksi protes Bobby soal anggaran bencana, tim Bappenas datang ke Medan untuk menyelaraskan data.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.com - Aksi walk out Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Bobby Nasution saat rapat bersama sejumlah menteri secara daring, viral di media sosial.
Meski sudah memberi penjelasan tentang kebutuhan penanganan bencana di Sumut, dana yang dialokasikan cuma Rp 2,1 triliun. Buntutnya Bobby walk out sebagai bentuk protes.
Setelah aksi protes Bobby viral di medsos, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) langsung merespons.
Bappenas pun menurunkan tim ke Medan untuk menyelaraskan data.
Dalam rencana induk sebelumnya, Sumut hanya mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 2,1 triliun. Padahal, berdasarkan verifikasi lintas kementerian, BPS, dan Bappenas, Sumut membutuhkan dana pemulihan mencapai Rp 30,56 triliun.
Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas, Medril Zam, menyatakan bahwa angka Rp 2,1 triliun tersebut masih merupakan versi pertama dan masih dalam tahap penyesuaian.
Ia menegaskan, jumlah bantuan tersebut masih berpotensi bertambah.
“Ini masih versi pertama, kita akan selaraskan kembali data dengan daerah, membangun komunikasi yang lebih intens antara pusat dan daerah, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan,” kata Medril Zam dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunmedan.com, Senin (9/3/2026).
Baca juga: Kecewa Anggaran Pemulihan Bencana, Bobby Walk Out saat Rapat Virtual Bersama Menteri
Tim Satgas Masih Lakukan Pemutakhiran Data
Medril menjelaskan bahwa tim Satgas Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) saat ini masih terus melakukan pemutakhiran data melalui koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi.
Harapannya, hasil penyesuaian data ini nantinya dapat diterima oleh seluruh pihak agar proses pemulihan masyarakat terdampak bisa segera dilakukan.
“Harus benar-benar clear dan hasilnya bisa diterima semua pihak dan kita bisa membantu masyarakat yang terdampak bersama-sama secepat-cepatnya,” ujar Medril.
Bobby Nasution dalam pertemuan itu menegaskan komitmen kuat Pemprov Sumut untuk memulihkan kondisi masyarakat.
Ia berharap penyesuaian anggaran tersebut benar-benar dapat memenuhi kebutuhan di lapangan.
“Kami mohon sekali dana pemulihan pasca bencana untuk Sumut dari pusat memenuhi kebutuhan yang ada di sini, kebutuhan rehabilitasi, perbaikan-perbaikan dan kami sangat berharap masyarakat kami Lebaran sudah di rumahnya masing-masing, tidak di pengungsian,” tegas Bobby.
Sebelumnya, kekecewaan Bobby sempat mencuat dalam rapat Koordinasi Tingkat Menteri Satgas R3P di Pulau Sumatera pada akhir Februari lalu.
Bobby menilai terjadi ketimpangan data yang mencolok antara kebutuhan riil di lapangan dengan alokasi Rencana Induk (Renduk) pemerintah pusat.
Dari total anggaran Renduk untuk wilayah Aceh, Sumbar, dan Sumut yang mencapai Rp 56 triliun, Sumut hanya dialokasikan Rp 2,11 triliun.
Padahal, bencana banjir dan longsor yang menerjang 18 kabupaten/kota pada 25 November 2025 lalu memberikan dampak yang sangat masif.
Data Pemprov Sumut mencatat, bencana tersebut berdampak pada lebih dari 1,8 juta jiwa.
Sebanyak 376 orang meninggal dunia, dan hingga kini 40 orang masih dinyatakan hilang.
Selain ribuan rumah hilang, kerusakan infrastruktur juga tersebar luas di berbagai wilayah terdampak.
Aksi Walk Out Bobby
Diberitakan sebelumnya, video yang memperlihatkan Bobby Nasution meninggalkan rapat virtual dengan sejumlah menteri viral di medsos.
Dalam video di akun instagram @gubsubobby terlihat Bobby secara terang-terangan mengatakan kekecewaannya terkait minimnya alokasi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk wilayah Sumut.
Dalam video itu Bobby berkali-kali ingin meninggalkan rapat tersebut karena tidak puas dengan anggaran bencana yang diberikan pihak pemerintah pusat.
"Menko-nya saja protes, siapa yang mengatur ini. Sudahlah, cabut kitalah. Enggak jelas ini," ucap Bobby sambil meninggalkan lokasi rapat, Senin (2/3/2026).
Kepada awak media, Bobby mengaku kecewa sebab anggaran bencana yang bakal diterima Pemprov Sumut sebesar Rp 2,11 T.
Dijelaskan Bobby, Pemerintah pusat menetapkan anggaran bencana Rp 56 triliun untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh.
Namun, Sumut hanya dapat Rp 2,1 tiliun, yang tidak sesuai dengan kebutuhan data di lapangan
"Setelah Aceh, korban terbanyak kita (Sumut). Tapi anggarannya kita paling kecil, ini yang kita pertanyakan," ucapnya. (Cr5/tribun-medan.com)
| Diduga Terkait Kasus Proyek, Kejaksaan Agung Amankan Kajari Sergai Amriyata dan Kasi Pidsus A Marbun |
|
|---|
| Kejagung Dikabarkan Amankan Kajari dan Kasi Pidsus Serdang Bedagai |
|
|---|
| Temuan Ganja di Lapas Padangsidimpuan, Ombudsman Sumut: Kalapasnya Gagal |
|
|---|
| Hasil Seleksi Jabatan Eselon II di Siantar Tunggu Persetujuan Instansi Lain, Siddik ke Inspektorat |
|
|---|
| BMKG Sumut Ungkap Penyebab Siang Terik, Malam Hujan Angin, Diprediksi Berlangsung Hingga Sepekan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gubernur-Sumut-Bobby-Nasution-sebelum-cabut-dari-rapat-terkait-bencana-dengan-1.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.