Sumut Terkini

Hari Ketiga Pencarian Frater Christopher yang Tenggelam di Kawasan Air Terjun Situmurun Danau Toba

Pencarian korban tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun masih dilakukan hari ketiga, Senin (13/4/2026).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
KORBAN TENGGELAM - Pencarian korban tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba masih berlangsung hingga hari ini, Senin (13/4/2026). 

Ibu Frater Christopher Saksikan Pencarian Jasad Putranya di Kawasan Air Terjun Situmurun Danau Toba

Seorang ibu yang berada di tengah kerumunan warga menangis dan histeris saat menyaksikan pencarian jasad korban tenggelam di perairan Danau Toba, Minggu (12/4/2026).

Korban tenggelam adalah Frater Christopher (21), tengah duduk di bangku kuliah Sekolah Tinggi Filsafat di Pematangsiantar.

Sekolah tinggi bagian dari Unika Santo Thomas Medan ini adalah tempatnya mempersiapkan diri menjadi imam Katolik.

Frater ini tengah menjalani masa pendidikan pada semester dua. Berita duka menyelimuti keluarga besar STFT Santo Yohannes Pematangsiantar.

Pada Sabtu (11/4/2026), berita duka tersiar setelah informasi tenggelamnya fater tersebut muncul.

TENGGELAM - Korban tenggelam berinisial CR (21) masih dalam pencarian hingga hari ini, Minggu (12/4/2026). Ibu korban yang ditemani rombongan suster menangis sejadi-jadinya dan histeris.
TENGGELAM - Korban tenggelam berinisial CR (21) masih dalam pencarian hingga hari ini, Minggu (12/4/2026). Ibu korban yang ditemani rombongan suster menangis sejadi-jadinya dan histeris. (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Seorang ibu yang ditemani rombongan suster menangis sejadi-jadinya dan histeris.

Ia setia menyaksikan pencarian putranya. 

Frater tersebut bersama rombongan baru saja melakukan studi dan corretio fraterna.

Usai kegiatan tersebut, ia bersama rombongannya menikmati rekreasi di kawasan Air Terjun Situmurun.

Setibanya di lokasi, para frater yang didampingi Romo Ngadiono tersebut berenang dan menikmati sejuknya air Danau Toba.

Ternyata, itulah hari terakhir bagi frater tersebut.

Menurut keterangan Romo Ngadiono yang ikut dalam rombongan, frater tersebut tiba-tiba kelelahan dan mengalami kram di kaki.

"Ia sempat berteriak minta tolong. Teman-temannya berusaha mengejar, namun derasnya arus membuat tubuh Christopher cepat terseret dan tenggelam," ujar Romo Ngadiono, Minggu (12/4/2026).

"Kami sudah berusaha, tapi arusnya kuat sekali. Dia langsung hilang," sambungnya. 

(cr3/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved