Anggaran Sudah Tersedia, Bobby Minta Pengerjaan Sabo Dam Dimulai Pekan Ini
Hutanabolon kerap menjadi langganan banjir pasc-bencana, karena arus sungainya belum berjalan seperti semula.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution meminta pihak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Pemkab Tapanuli Tengah untuk percepat pembangunan tanggul dan sabo dam di daerah bencana Kelurahan Hutanabolon Kecamatan Tukka. Ia meminta dalam pekan ini progresnya sudah mulai dikerjakan.
Menurut Bobby, langkah ini penting untuk mengantisipasi banjir susulan yang dapat berdampak pada permukiman warga. Hutanabolon kerap menjadi langganan banjir pasc-bencana, karena arus sungainya belum berjalan seperti semula.
"Yang kita khawatirkan, kalau ini tidak cepat selesai, nanti dampaknya yang rasakan masyarakat di sini. Makanya saya tekankan agar kita saling support, mana yang belum selesai (secara administrasi) segera tuntaskan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2026).
Dikatakan Bobby, pihaknya juga sedang mengupayakan agar percepatan perizinan lahan dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN). "Untuk masalah lahan, kami sudah bicarakan dengan BPN," ucapnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Ia juga meminta, agar tidak ada pihak yang hanya menunggu, melainkan aktif saling mendukung dan mempermudah proses pekerjaan.
Baca juga: Antisipasi Banjir Susulan, Gubsu Bobby Larang Warga Hutanabolon Tinggal di Bantaran Sungai
"Saya minta satu pekan ini sudah ada progres yang baik. Karena kami sudah sering datang ke sini, untuk memastikan kondisi masyarakat baik-baik saja. Sementara langkah pemulihan pascabencana terus dilakukan semua pihak, termasuk TNI dan swasta," tegasnya.
Bobby megaku telah melihat langsung kondisi dari atas timbunan tanggul. Ia menyaksikan peningkatan debit air yang terjadi dalam waktu singkat dan cukup mengkhawatirkan.
"Intinya jangan ada lagi alasan, karena anggarannya sudah ada. Silakan siapkan segera, termasuk Pak Bupati (Tapteng) kami harapkan dukungannya dari Pemkab supaya ini secepatnya kita kerjakan (selesaikan). Tidak ada kita yang bisa kerja sendiri. Dan jangan nanti sampai banjir lagi (tanggul rusak), mengulang lagi pekerjaan dari awal," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung penuh upaya pemerintah pusat dan provinsi dalam percepatan pemulihan pasca bencana.
"Kami pastikan kesiapan dalam memenuhi berbagai kebutuhan untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) yang direncanakan berlangsung hingga 2028," jelasnya.
Berdasarkan catatan Tribun Medan, Kecamatan Tukka telah lebih dari lima kali dilanda banjir bandang, yakni pada November 2025, Januari - Maret 2026.
Untuk itu, Kementerian PU akan membangun sabo dam untuk menahan aliran sungai dari atas. Dalam proyek ini ditargetkan selesai Bulan Mei 2026 mendatang.
Pihak Kementerian PU menilai solusi satu-satunya bukan lagi normalisasi sungai. Namun, penyelesaian di hulu sungai. Ditargetkannya, tahun ini ada dua sabo dam yang bakal dipasang pihaknya, ditargetkan selesai selama 4 bulan ke depan.
| Jadi Solusi Sementara, Material Jembatan Bailey Tiba di Humbahas |
|
|---|
| Warga Besitang Datangi Kantor Bupati Langkat, Pertanyakan Realisasi Bantuan Banjir |
|
|---|
| Bantuan Bencana Menumpuk di Sibolga, Bobby Akui Belum Terima Informasi Detail |
|
|---|
| Perbaikan Jalan Rusak Masih 20 Persen, Cuaca tak Menentu jadi Kendala |
|
|---|
| Berkomitmen Lakukan Monitoring dan Evaluasi, Pemkab Taput Terima Bantuan Stimulan Rumah Rusak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gubernur-Sumut-beserta-rombongan-saat-meninjau-lokasi-Kelurahan-Hutanabolon.jpg)