Sumut Terkini

Pansus DPRD Siantar Soroti Operasional Terminal Tanjung Pinggir yang Pernah Diresmikan Jokowi

Opsi yang bisa dipakai adalah memakai lahan di belakang Terminal Tanjung Pinggir yang ada saat ini. 

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ALIJA
Kunjungan Anggota DPRD Pematangsiantar ke Terminal Tanjung Pinggir, Kamis (23/4/2026). Dewan soroti optimalisasi terminal yang masih rendah. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Panitia Khusus DPRD Kota Pematangsiantar menyambangi Terminal Type A Tanjung Pinggir pada Kamis (23/4/2026).

Terminal modern ini diketahui diresmikan oleh Mantan Presiden Joko Widodo pada tahun 2023, namun operasionalnya mendapat keraguan dari masyarakat. 

Anggota DPRD Pematangsiantar, Metro B Hutagaol menyampaikan bahwa sejak beroperasi, Terminal Tanjung Pinggir belum berjalan optimal. Selain PO Bus AKAP dan AKDP yang enggan beraktivitas di sini, masyarakat pun merasa keberatan apabila diturunkan di Terminal Tanjung Pinggir. 

“Kesimpulan resmi lembaga belum ya. Karena kita (DPRD) masih ada beberapa proses tahapan LKPJ lagi,” kata Metro Hutagaol. 

Namun demikian, kata Metro, DPRD Pematangsiantar secara prinsip sepakat mendorong optimalisasi terminal seperti pengadaan angkutan pemadu moda atau feeder dari pusat kota menuju Terminal Tanjung Pinggir. 

“Seperti contohnya menyediakan/menambah sarana transportasi gratis untuk penumpang yang turun di terminal,” kata Metro. 

Selain itu pula, DPRD Pematangsiantar mendorong kebijakan pemanfaatan aset tanah Pemko Pematangsiantar membangun sarana pengujian KIR.

Opsi yang bisa dipakai adalah memakai lahan di belakang Terminal Tanjung Pinggir yang ada saat ini. 

“Gedung pengujian kelayakan kendaraan /KIR di belakang Terminal Tanjung Pinggir. Kebutuhannya sekitar 4000 meter persegi,” kata Metro.

Terminal Type A Tanjung Pinggir diresmikan oleh Presiden saat itu, Joko Widodo pada Kamis (9/2/2023) bersamaan dengan peresmian Terminal Amplas di Medan.

Saat ini, terminal ini berada dalam kewenangan pemerintah pusat, yakni Dirjen Hubdar Kementerian Perhubungan RI. 

Terminal Tanjung Pinggir dibangun dengan biaya sebesar Rp 43,4 miliar.

Fasilitas terminal cukup lengkap dengan adanya jalur keberangkatan dan kedatangan, kantor petugas, ruang tunggu penumpang, papan informasi, dan petunjuk jurusan. Namun saat ini, bangunan megah tersebut jauh dari minat masyarakat. 

Adapun anggota Pansus DPRD yang menyambangi Terminal Tanjung Pinggir selain Metro B Hutagaol yakni Hendra Pardede, Alfonso Sinaga, Sabarlah Harahap, Joshua F Silalahi, Immunuel Lingga, Fahmi Siregar, dan Robin Manurung. 

(alj/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved