RS Muhammadiyah Hadapi Somasi Pasien, Diduga Lakukan Malapraktik Pengangkatan Rahim
seorang wanita paruh baya terlihat marah-marah dengan pihak rumah sakit lantaran diduga melakukan malapraktik.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
Menurutnya, dari awal konsultasi sudah dijelaskan dengan pihak keluarga kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.
"Dari Januari di konsultasi pertama, keluarga berpikir, keluarga tidak bersedia untuk dilakukan operasi segera. Itu bagian dari edukasi yang sudah dilakukan oleh dokter bahwa terhadap apa yang diderita oleh pasien itu tidak semata-mata karena miom biasa, tapi memang harus dilakukan operasi segera. Tapi pada Januari, keluarga tidak bersedia," terangnya.
Ibrahim menuturkan, pada bulan Februari dilakukan operasi pengangkatan rahim dengan persetujuan pihak keluarga.
"Makanya di Bulan Februari, satu bulan ke depan baru mereka datang menyetujui. Karena mereka sudah setuju baru diagendakan untuk dilakukan operasi sekitar tanggal 20 Februari," ujar Ibrahim.
Ibrahim menjelaskan, pasca operasi yang menyebabkan infeksi nanah pada perut Mimi, pihaknya sudah melakukan upaya pengobatan dan tindakan medis.
"Semua apa yang dikeluhkan, apa yang disampaikan, tidak ada yang tidak kita tangani, tidak ada yang kita abaikan. Bahwa terhadap keluhan pasca operasi itu kan sudah dilakukan secara standar baik, misalnya pembersihan kemudian penggantian perban dan lain-lain," ucapnya
Ibrahim mengatakan, pihak RS akan memahami somasi yang diajukan oleh keluarga dan akan membutuhkan informasi lebih peristiwa yang sebenarnya terjadi.
"Dalam beberapa hari ke depan kami akan memberikan tanggapan secara resmi atas somasi yang disampaikan. Jadi kalau rumah sakit secara tindakan medisnya tidak ada yang diabaikan, tidak ada yang tidak dilakukan secara medis," jelasnya.
| Video Dugaan Malpraktik Pengangkatan Rahim di RS Muhammadiyah Viral, Ini Kata Dinkes Sumut |
|
|---|
| Mula Terungkap Kakak Beradik di Kendal 28 Hari Tak Makan, Tidur di Samping Jasad Sang Ibunda |
|
|---|
| Kelingking Bayi di RS Kena Gunting Perawat saat Ganti Infus, Suparman: Jari Anak Saya Putus |
|
|---|
| Kronologi Kelingking Bayi Putus, Orangtua Tak Terima, Si Perawat Akhirnya Disanksi RS Muhammadiyah |
|
|---|
| KRONOLOGI Kepala Pedagang di Denai Dibacok Pakai Parang, Pelaku Tak Terima Anaknya Ditegur Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Screenshot-video-yang-memperlihatkan-seorang.jpg)