Berita Olahraga
Legenda PSMS Medan dan Mantan Kiper Timnas Indonesia Ronny Pasla Meninggal Dunia
Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Indonesia. Legenda PSMS Medan sekaligus mantan penjaga gawang Timnas Indonesia
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Indonesia. Legenda PSMS Medan sekaligus mantan penjaga gawang Timnas Indonesia, Ronny Pasla, dikabarkan meninggal dunia pada Senin (24/11/2025) dini hari.
Informasi tersebut disampaikan oleh Pengamat Sepakbola Sumut, Indra Efendi Rangkuti, yang mendapat kabar langsung dari keluarga almarhum.
“Ya, beliau meninggal tadi sekitar pukul 01.26 WIB di rumahnya di kawasan Cempaka Putih, Jakarta,” ujar Indra ketika dikonfirmasi Tribun Medan melalui seluler.
Indra menjelaskan, Ronny Pasla telah mengalami penurunan kondisi kesehatan dalam beberapa waktu terakhir. Faktor usia turut memperburuk kesehatannya sehingga membuat kondisinya semakin melemah.
“Beliau memang sedang sakit, dan faktor usia juga berpengaruh,” tambahnya.
Lebih lanjut, Indra menyampaikan bahwa keluarga memutuskan untuk memakamkan almarhum di Jakarta. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan berbagai hal, termasuk lokasi domisili keluarga yang kini menetap di ibu kota.
“Saya mendapat informasi dari putri beliau bahwa almarhum akan dikebumikan di Jakarta,” kata Indra.
Ronny Pasla merupakan pesepakbola berdarah Sulawesi Utara yang lahir di Medan pada 15 April 1946.
Ia bermain sebagai penjaga gawang dan mencatat karier gemilang di klub-klub seperti PSMS Medan, Persija Jakarta, serta tim nasional Indonesia.
Di tingkat internasional, Ronny menjadi kiper utama Timnas Indonesia di era akhir 1960-an hingga 1970-an.
Beberapa prestasi penting yang ia raih bersama timnas antara lain menjuarai Aga Khan Gold Cup (1967), Turnamen Merdeka (1969), dan Pesta Sukan Singapura (1972).
Momen paling dikenang dari kariernya adalah saat menghadapi Santos (Brasil) pada 1972: Ronny berhasil menggagalkan penalti Pele, meski Indonesia kalah dalam pertandingan persahabatan itu.
Sebelum fokus ke sepak bola, Ronny pernah bermain tenis dan sempat mewakili Sumatera Utara di Pekan Olahraga Nasional (PON).
Setelah pensiun dari sepak bola — pada usia sekitar 40 tahun — ia kembali berkecimpung di dunia tenis dan juga mengelola sekolah tenis bernama Velodrom Tennis School di Jakarta.
Ronny Pasla dikenal dengan refleks luar biasa, postur tinggi 183 cm, dan kemampuannya menjadi batu karang di bawah mistar gawang.
Ia juga sangat dihormati karena dedikasi dan kontribusinya terhadap kejayaan sepak bola Indonesia pada masanya.
(Cr29/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| PGSI Medan Beri Beasiswa Pembinaan untuk Puluhan Atlet, Bangun Regenerasi Gulat Sejak Dini |
|
|---|
| KONI Sumut Motivasi Atlet Panahan Sumut, Novan: Persaingan Menuju PON Tak Mudah |
|
|---|
| Setelah Coaching Clinic Pelatih, ABTI Medan akan Gelar Turnamen Open Piala Pengkot pada Juni 2026 |
|
|---|
| Binjai City SC Rombak Skuad Jelang Liga 4 Piala Presiden 2025/2026 Demi Target Promosi ke Liga 3 |
|
|---|
| Paya Bakung United dan Binjai City SC Resmi Wakili Sumut di Liga 4 Nasional 2025/2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ronny-Pasla-ketika-masih-menjadi-kiper-profesional-di-dunia-sepakbola.jpg)