Catatan Sepak Bola

Welcome, John, Kuat-kuatkan Jantung . . .

SETELAH sekian bulan terombang-ambing dalam ketidakjelasan, Tim Nasional Indonesia akhirnya punya pelatih baru. John Herdman.

Tayang:
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: Randy P.F Hutagaol
IG TIMNAS INDONESIA
Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia, John Herdman. 

Herrara bersama Inter pun tiada kalah menakjubkan. Selain menjuarai Serie A tiga kali, Inter juga dibawanya memenangkan tropi Liga Champions (saat itu Piala Champions) di musim 1963-1964 dan 1964-1965.

Di era sepak bola modern, Jose Mourinho, menambah bobot pertahanan dengan menerapkan zona marking dalam garis pertahanan lebih rendah. Sebutannya 'Parking The Bus': bermain sangat rapat, lalu mendadak menyerang dengan sangat cepat. Hasilnya? Dua gelar juara liga untuk FC Porto, tiga untuk Chelsea, dua Inter Milan, dan satu Real Madrid. Dia juga memenangkan masing-masing satu gelar juara Liga Champions bersama Porto dan Inter, serta satu Europa League untuk Manchester United. 

Begitulah sepak bola tidak melulu Jogo Bonito, Jeitinho. Tidak melulu Tiki Taka. Tidak melulu Gegenpressing. Tidak melulu Totaal Voetbal. Seperti filosofi Yin dan Yang, sepak bola dimainkan dengan seni menyerang dan bertahan. Perkara yang sebenarnya tidak rumit-rumit amat untuk disepakati. 

Tapi, John, tidak demikian di negeri yang serba berisik ini. Maka siapkan dirimu, kuat-kuatkan jantungmu, jika satu waktu ada orang-orang yang bahkan tidak kompeten-kompeten amat bicara soal sepak bola, mengoceh ke sana kemari melesatkan komentar seharusnya begitu semestinya begini. Atau, tempatkan saja dirimu sebagai sebangsa kafilah lalu. Tutup telinga dan biarkan mereka menggonggong.(t agus khaidir)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved