Harga Bahan Pokok Masih Tinggi, Pasca Banjir dan Longsor Ekonomi Warga Tapteng Lesu
Pantauan Tribun Medan, di Kota Pandan dan Sibolga, pasar-pasar tradisional sudah mulai aktif berjualan.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
Sementara untuk harga cabai, saat ini masih tinggi. Tetapi tidak seperti beberapa waktu lalu, pasca bencana yang harganya sempat mencapai Rp 300 ribu per kg.
"Itu tiga hari pasca bencana harga cabai hampir Rp 300 ribu. Meningkat tiga kali lipat. Tapi hari ke empat pasca bencana itu harganya turun drastis Rp 180 ribu. Kemudian hari ke lima turun lagi Rp 100 ribu. Dan saat ini menjadi Rp 65 ribu. Ini masih tinggi tapi tidak naik drastis," ucapnya.
Diterangkannya juga, sementara untuk tomat harga tetap stabil. Tetapi untuk bawang putih itu naik Rp 10 ribu yang tadinya Rp 30 ribu jadi Rp 40 ribu.
"Namun yang paling langka saat ini adalah sayur. Biasanya kita ambil sayur dari Kecamatan Lopian dan Tukka. Tapi lihatlah hancur semua lahannya. Makanya kita sekarang ambil sayur di Sorkam, itu pun yang ada cuma sayur singkong dan sayur kangkung harganya Rp 5.000 satu ikat biasanya Rp 2.000 per ikat," jelasnya.
Hal senada disampaikan pedagang daging ayam. Menurutnya, tidak ada kelangkaan daging ayam. Hanya saja memang harga lebih naik namun tidak signifikan.
"Harga ayam Rp 40 ribu. Naik. Biasanya Rp 30-35 Ribu. Pembeli ramai tapi mereka beli sedikit-sedikit enggak beli seperti biasanya," jelas penjual ayam.
Bupati Lakukan Sidak
Rauda Hutagalung, warga Pandan mengatakan, tak bisa membeli dalam ukuran banyak, karena suaminya belum bisa bekerja seperti biasanya.
"Kami beli secukupnya saja. Karena harus pandai ngatur keuangan. Suami nelayan, lagi nggak ke laut. Karena ombak masih tinggi. Sementara saya nggak bisa jualan di kantin karena anak sekolah masih libur. Jadi yang penting sekarang, kami sehat rumah sudah bisa ditempati. Tinggal memikirkan ekonomi lah ini," ucapnya singkat.
Sementara itu, Bupati Masinton mengatakan akan melakukan sidak ke sejumlah pasar pasca bencana banjir dan longsor.
Hal itu dilakukan agar harga bahan sembako, makanan yang dijual warga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
"Kami akan mulai tinjau pasar-pasar. agar harga bahan pokok dan makanan stabil. Kami juga mengusahakan percepatan perbaikan infrastruktur jalan agar bahan-bahan sembako bisa masuk dengan cepat ke Tapteng," ucapnya pada saat diwawancarai Tribun Medan di Gor Pandan beberapa waktu lalu.
| Penyintas Banjir Didata untuk Tempati Huntap, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci |
|
|---|
| Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR RI Salurkan 16 Truk Logistik bagi Korban Bencana di Tapteng |
|
|---|
| Personel Polda Sumut Bersihkan Selokan dan Lingkungan Warga di Tapanuli Tengah |
|
|---|
| Polsatwa K-9 Polda Sumut Pulihkan Senyum Anak-anak Korban Banjir Batang Toru |
|
|---|
| Di Tengah Lumpur, Batalyon C Pelopor Menguatkan Harapan Warga Aek Ngadol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Seorang-pembeli-sedang-membeli-cabai-di-Pasar-Kalangan-Pandan-_1.jpg)