Khutbah Jumat

Teks Khutbah Jumat 9 Januari 2026 Tentang Kesabaran Menghadapi Musibah

Allah S.W.T berfirman, “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.” (QS. Al-Anbiya’: 35)

Tayang:
Editor: Array A Argus
Pinterest
KHUTBAH- Seorang ulama di Mekkah sedang menyampaikan khutbah di depan umat muslim. 

لَتُبْلَوُنَّ فِيْٓ اَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْۗ 

“Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu.” (QS. Al-Imran: 186)

Di ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan.” (QS. Al-Baqarah: 155)

Jemaah yang semoga senantiasa diliputi kebahagiaan.

Allah Ta’ala juga menjelaskan bahwa pada asalnya fitrah kehidupan manusia adalah perjuangan dan susah payah,

CERAMAH- Ilustrasi seorang khatib saat menyampaikan materi isi ceramah sebelum melaksanakan salat Jumat.
CERAMAH- Ilustrasi seorang khatib saat menyampaikan materi isi ceramah sebelum melaksanakan salat Jumat. (Pinterest)

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (QS. Al-Balad: 4)

Hasan Al-Basri rahimahullah mengatakan, “Harus bisa bersyukur saat mendapatkan kemudahan serta kelapangan dan harus bersabar saat ditimpa kesulitan, karena dia (manusia) tak akan lepas dari keduanya (kondisi lapang dan kesulitan).” (Tafsir Al-Qurtubi, 20: 62)

Oleh karena itu, jemaah Jumat sekalian.

Kehidupan dunia ini bukanlah surga yang penuh kenikmatan, akan tetapi sejatinya adalah tempat ujian dan beramal. Siapa yang mengetahui dengan yakin hakikatnya, maka ia tidak akan kaget dan terkejut dengan bencana dan ujian yang menimpanya.

Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan,

أنَّ العَوَارِض والمِحَن هِيَ كالحَرِّ والبَرْدِ، فإِذا عَلِمَ العَبْدُ أَنَّهُ لابُدَّ مِنْهُمَا لَمْ يَغْضَبْ لِوُرُودِهِمَا، ولَمْ يَغْتَمَّ لذلك ولَمْ يَحْزَنْ

“Rasa susah dan kesengsaraan itu seperti panas dan dingin. Jika seorang hamba menyadari bahwa keduanya pasti terjadi, dia tidak akan marah ketika itu terjadi, tidak tertekan karenanya, serta tidak pula bersedih.” (Ibnul Qayyim menyampaikan hal ini dalam kitabnya Madariju As-Saalikiin, 3: 361)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved