TRIBUN WIKI
33 Istilah, Nama dan Kode Makanan Mengandung Babi yang Wajib Diketahui
Pada produk makanan tertera sejumlah istilah kandungan babi atau kode E pada makanan yang harus diketahui umat muslim.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Ringkasan Berita:
- Umat Islam harus tahu istilah kandungan babi pada makanan
- Tujuannya untuk tetap menjaga agar umat terbebas dari makanan non halal
- Ada beberapa produk yang menggunakan kode E pada makanan
- Untuk itu, masyarakat harus tahu apa saja istilah kandungan babi pada makanan non halal
TRIBUN-MEDAN.COM,- Bagi umat Islam, memahami kode makanan mengandung babi, mengenali istilah kandungan babi, serta mengetahui label non halal dan berbagai kode E pada makanan adalah hal yang sangat penting.
Apalagi saat ini banyak produk impor beredar di pusat perbelanjaan dengan komposisi yang tidak selalu mudah dipahami.
Islam sendiri telah memberi ketentuan tegas agar pemeluknya hanya mengonsumsi makanan halal dan menjauhi yang haram.
Baca juga: Sejarah Ayam Goreng Widuran Non Halal yang Viral di Kota Solo
Perintah tersebut tercantum dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 168, yang mengingatkan umat manusia untuk memakan makanan yang halal dan baik serta tidak mengikuti langkah setan.
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِی ٱلۡأَرۡضِ حَلَـٰلࣰا طَیِّبࣰا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّیۡطَـٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوࣱّ مُّبِینٌ
Yā ayyuhan-nāsu kulū mimmā fil-arḍi ḥalālan ṭayyibā(n), wa lā tattabi‘ū khuṭuwātiš-šaiṭān(i), innahū lakum ‘aduwwum mubīn(un).
"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu".
Baca juga: Jual Bakso Babi Tapi tak Dilabeli Non Halal di Bantul Apakah Bisa Dipidana?
Ayat ini menjadi dasar kuat bahwa memilih makanan bukan sekadar urusan selera, tetapi juga bagian dari ketaatan kepada Allah SWT.
Salah satu makanan yang jelas diharamkan dalam Islam adalah babi.
Namun, dalam praktiknya, kandungan babi tidak selalu tertulis secara gamblang.
Ada berbagai istilah kandungan babi yang sering muncul dalam daftar komposisi, seperti pork, porcine, lard (lemak babi), bacon, ham, gelatin (yang bisa berasal dari babi), serta enzim tertentu.
Baca juga: Heriyanto Jual Diduga Babi Ngepet Laku Rp 400 Ribu, Uangnya Dibagi-bagi ke Teman Beli Rokok
Jika tidak teliti, konsumen bisa saja terkecoh karena istilah tersebut ditulis dalam bahasa asing.
Selain istilah langsung, umat Muslim juga perlu memahami kode E pada makanan.
Beberapa kode E memang aman dan berasal dari bahan nabati atau sintetis, tetapi ada pula yang berpotensi berasal dari hewan, termasuk babi, seperti gelatin atau emulsifier tertentu.
Karena itu, penting untuk mengecek sertifikasi halal resmi dan tidak hanya bergantung pada angka kode semata.
Baca juga: Jaksa Tak Banding, Vonis 34 Bulan Mantan Polisi Tipu Penguasaha Babi
Produk dengan label non halal biasanya secara jelas menyatakan bahwa makanan tersebut tidak diperuntukkan bagi konsumen Muslim.
Di tengah maraknya produk global, kesadaran untuk memeriksa label menjadi bentuk tanggung jawab pribadi.
Mengetahui daftar kode makanan mengandung babi dan berbagai istilah kandungan babi membantu umat Islam lebih berhati-hati dalam memilih produk.
Dengan memahami informasi ini, umat Muslim dapat menjalankan perintah agama secara konsisten dan menjaga konsumsi tetap sesuai dengan ketentuan halal yang diajarkan dalam Islam.
Baca juga: Produk Mengandung Babi Berlabel Halal, Wali Kota Instruksikan Dinas UKM Perindag Lakukan Ini
Daftar istilah kandungan babi pada makanan
1. PIG: Istilah umum untuk seekor babi muda, berat kurang dari50 kg.
2. PORK: Istilah yang digunakan untuk daging babi di dalam masakan.
3. SWINE: Istilah yang digunakan untuk keseluruhan kumpulan spesies babi.
4. HOG: Istilah untuk babi dewasa, berat melebihi 50 kg.
Baca juga: 40 Pantun Idul Fitri Menggelitik Penuh Tawa yang Bisa Kamu Bagikan saat Lebaran
5. BOAR: Babi liar / celeng / babi hutan.
6. LARD: Lemak babi yang digunakan untuk membuat minyak masak dan sabun.
7. BACON: Daging hewan yang disalai, terutama babi.
8. HAM: Daging pada bagian paha babi.
9. SOW: Istilah untuk babi betina dewasa (jarang digunakan).
10. SOW MILK: susu babi.
Baca juga: 30 Ucapan Selamat Mudik Lebaran dan Kalimat Lucu yang Bisa Kamu Bagikan ke Teman dan Keluarga
11. PORCINE : Istilah yang digunakan untuk sesuatu yang berkaitan atau berasal dari babi. Porcine sering digunakan di dalam bidang pengobatan/ medis untuk menyatakan sumber yang berasal dari babi.
12. BAK : Daging babi dalam bahasa Tiongkok
13. CHAR SIU : Daging babi barbekiu
14. CU NYUK : Daing babi dalam Bahasa Khek/Hakka
15. ROU : Babi dalam Bahasa Mandarin
16. DWAEJI : Daging babi dalam Bahasa Korea
17. TONKATSU : Irisan daging babi dalam kuliner Jepang dan Korea
Baca juga: 5 Tips Aman Mudik Pakai Mobil Listrik yang Patut Anda Ketahui
18. TONKOTSU : Ramen yang dilengkapi dengan daging babi
19. YAKIBUTA : Babi panggang dalam Bahasa Jepang
20. NURANIKU : Daging babi dalam Bahasa Jepang
21. NIBUTA : Hidangan dari pundak babi di Jepang
22. B2 : Sebutan makanan yang berbahan babi di Indonesia
23. KHINZIR : Babi dalam Bahasa Arab dan Melayu
24. KAKUNI : Makanan dari perut babi rebus dalam kuliner Jepang
Baca juga: 7 Tips Mudik Idul Fitri 2024, Lakukan Hal Ini agar Perjalanan Aman dan Nyaman
25. Charsiu.
26. Mu.
27. Chasu.
28. Cu.
29. Nyuk.
30. Cu-Riu.
31. Cha.
32. Siu.
33. Baikwat.
Kode E pada makanan
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia merilis kode E atau E-numbers yang menandakan bahwa makanan tersebut mengandung babi.
Kode tersebut bervariasi.
Ada yang menyebut bahwa kode E itu dimulai dari E432 sampai E572.
Namun, ada juga yang menyebut bahwa kode E itu dimulai dari E471 hingga E476.
Terlepas dari hal tersebut, E432 hingga E572 itu merujuk pada makanan yang bersumber dari bahan hewani.
Hanya saja, kode-kode yang disebutkan tadi bisa saja berpotensi mengandung daging babi.
Agar kamu tidak was-was dalam membeli makanan, tentu yang wajib kamu cek pertama kali adalah legalitas dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Anda bisa melihat apakah di makanan tersebut sudah ada label MUI nya atau belum.
Jika makanan tersebut tidak ada label MUI nya, kamu mungkin bisa menunda membeli makanan dimaksud, dan memilih makanan lain yang sudah dijamin kehalalannya.(ray/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pengunjung-memeriksa-istilah-kandungan-babi-pada-makanan.jpg)