TRIBUN WIKI
The Devil Wears Prada 2: Saat Miranda Priestly Hadapi Era Influencer dan AI Fashion
The Devil Wears Prada 2 tayang di bioskop mulai 1 Mei 2026. Film ini menggambarkan bagaimana kekuatan algoritma bekerja.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Tak kalah penting, kehadiran teknologi seperti AI styling mulai mengubah cara orang berpakaian.
Rekomendasi outfit kini bisa dihasilkan oleh algoritma, bukan lagi intuisi editor berpengalaman.
Hal ini berpotensi menggerus peran manusia dalam menentukan gaya dan tren.
Baca juga: Film Dilan ITB 1997, Sinopsis dan Fakta Unik Kemunculan Soeharto
Dalam konteks cerita, ini bisa menjadi ancaman langsung bagi figur seperti Miranda yang selama ini dikenal sebagai “otak” di balik selera fashion elit.
Pertanyaannya, apakah ia akan melawan teknologi tersebut atau justru memanfaatkannya untuk mempertahankan pengaruhnya?
Konflik utama dalam sekuel ini bisa berpusat pada pertarungan antara tradisi dan inovasi.
Miranda Priestly sebagai simbol era lama harus berhadapan dengan dunia baru yang serba cepat, terbuka, dan didorong oleh data. Ketegangan ini bukan hanya soal karier, tetapi juga identitas dan relevansi.
Baca juga: Daftar Drama China Paling Ditunggu April 2026 Beserta Sinopsis dan Jadwal Tayangnya
Apakah kekuasaan lama masih punya tempat di tengah perubahan yang begitu drastis?
Dengan mengangkat tema media sosial, influencer, fast fashion, dan AI styling, The Devil Wears Prada 2 berpotensi menjadi lebih dari sekadar lanjutan cerita.
Ia bisa menjadi refleksi tajam tentang bagaimana industri fashion, dan dunia kerja secara luas, bertransformasi di era digital.
Jika digarap dengan tepat, konflik ini tidak hanya menarik, tetapi juga terasa dekat dengan realitas yang dihadapi banyak orang saat ini.
Baca juga: Sinopsis Film The Furious, Aksi Brutal Seorang Ayah Demi Selamatkan Putrinya
Sinopsis The Devil Wears Prada 2
Andy Sachs (Anne Hathaway), yang kini sukses sebagai jurnalis independen berusia sekitar 35 tahun, kembali ke Runway atas undangan mendesak dari mantan bosnya, Miranda Priestly (Meryl Streep).
Miranda, yang mendekati pensiun, menghadapi krisis eksistensial: Runway terancam bangkrut akibat penurunan iklan cetak dan serbuan media sosial serta influencer.
Dengan sikap dinginnya yang legendaris, Miranda harus beradaptasi dengan "new media landscape" sambil mempertahankan dominasinya di dunia fashion New York.
Masuklah Emily Charlton (Emily Blunt), sahabat lama Andy yang kini menjadi eksekutif berkuasa di sebuah brand mewah kompetitor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/The-Devil-Wears-Prada-2.jpg)