TRIBUN WIKI

Doa Menyembelih Hewan Kurban dan Tata Cara Penyembelihan yang Syari

Jangan asal potong! Pastikan ibadah kurban Anda sempurna dengan panduan urutan dan bacaan doa lengkapnya di artikel ini

Tayang:
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Istimewa
Polres Tapteng menyembelih 3 hewan kurban dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1443 H. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 2026, umat Muslim di berbagai penjuru dunia mulai bersiap untuk melaksanakan ibadah kurban.

Salah satu aspek paling krusial yang menentukan keabsahan ibadah ini adalah proses penyembelihannya.

Memahami tata cara syari menyembelih hewan kurban bukan sekadar masalah teknis, melainkan bentuk kepatuhan total terhadap syariat Islam agar daging yang dihasilkan berstatus halal, tayib, dan membawa keberkahan bagi sesama.

Baca juga: Kenali Syarat Hewan Kurban Agar Ibadah Idul Adha 2026 Sah dan Berkah

Selain memastikan kebersihan tempat dan ketajaman pisau, melafalkan doa menyembelih hewan kurban merupakan rukun yang wajib diperhatikan oleh sang jagal maupun shohibul kurban (orang yang berkurban).

Membaca basmalah, takbir, serta selawat saat menyembelih adalah pembeda utama antara sembelihan yang bernilai ibadah dengan sembelihan biasa.

Banyak masyarakat yang kini mulai mencari kembali teks doa ini demi meminimalkan kekeliruan saat hari penyembelihan tiba.

Baca juga: Syarat Hewan Kurban dan 4 Cacat pada Hewan yang Tidak Boleh Disembelih

SAPI KURBAN- Ilustrasi sapi kurban yang sehat dengan tubuh yang gemuk saat diberi makan rumput di kandang.
SAPI KURBAN- Ilustrasi sapi kurban yang sehat dengan tubuh yang gemuk saat diberi makan rumput di kandang. (Pinterest/Ree)

Agar jalannya ibadah berjalan dengan khidmat dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW, penting bagi kita untuk mempelajari urutan pelaksanaannya secara runtut.

Mulai dari menghadapkan hewan ke arah kiblat hingga teknik memotong saluran pernapasan dan makanan dengan cepat.

Yuk, simak ulasan lengkap mengenai tata cara menyembelih hewan kurban beserta bacaan doa lengkapnya dalam artikel ini agar persiapan Anda di hari raya nanti menjadi lebih matang!

Baca juga: Sapi Gemoy Terpilih Jadi Hewan Kurban Milik Presiden Prabowo, Beratnya 1,1 Ton Seharga Rp 122 Juta

Tata cara dan bacaan doa menyembelih hewan kurban

Untuk memudahkan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan kurban, Tribun-medan.com mencoba menyuguhkan bacaan doa menyembelih hewan kurban dan juga tata cara penyembelihan hewan kurban.

Ada beberapa point yang kami kutip dari laman website Muhammadiyah

Hal utama yang diingatkan kepada pembaca adalah siapa orang yang menyembelih hewan kurban.

Baca juga: Tips Memilih Hewan Kurban, Khususnya Sapi yang Bebas Antraks

Menurut syariat, orang yang menyembelih hewan kurban diutamakan shahibul kurban (orang yang berkurban) sendiri, sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah saw.

Apabila shahibul kurban tidak mampu untuk menyembelih sendiri hewan kurbannya, penyembelihan bisa dilakukan (diwakilkan) oleh orang lain.

Berikut tata cara yang syari menyembelih hewan kurban:

Baca juga: Bobby Nasution Saksikan Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Jamik Hanifah Kampung Nelayan

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor menyerahkan hewan kurban Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution di Desa Penanggalan Binanga Boang, Kecamatan Salak, Pakpak Bharat, Kamis (5/6/2025). Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Iman Penanggalan Binanga Boang, Elson Angkat menerima langsung hewan kurban berupa satu ekor sapi tersebut. (Diskominfo Pakpak Bharat)
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor menyerahkan hewan kurban Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution di Desa Penanggalan Binanga Boang, Kecamatan Salak, Pakpak Bharat, Kamis (5/6/2025). Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Iman Penanggalan Binanga Boang, Elson Angkat menerima langsung hewan kurban berupa satu ekor sapi tersebut. (Diskominfo Pakpak Bharat) (Diskominfo Pakpak Bharat)

1. Menggunakan alat penyembelihan yang tajam

Diriwayatkan dari Syaddad ibn Aus ra. dari Rasulullah saw. beliau bersabda: Ada dua hal yang senantiasa aku jaga yang berasal dari Rasulullah saw. Rasulullah bersabda: “Allah memerintahkan untuk berbuat kebaikan kepada segala sesuatu. Apabila kamu membunuh, maka baguskanlah cara dan keadaan dalam membunuh, dan apabila kamu menyembelih, maka baguskanlah penyembelihannya, dan hendaklah menajamkan pisaunya, dan menenangkan hewan sembelihannya.” (HR Muslim).

2. Menghadapkan hewan ke arah kiblat

Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan tulus ikhlas dan menyerahkan diri dan aku bukanlah golongan orang-orang musyrik.Sesungguhnya shalatku, pengabdianku, hidupku dan matiku adalah untuk Allah Dzat yang menguasai alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan demikian aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang muslim. Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, ya Allah (kurban ini) dari-Mu dan untukMu dan dari Muhammad dan umatnya. Bismillahi Allahu Akbar. Kemudian beliau menyembelihnya.” (HR Abu Dawud).

Hewan yang hendak disembelih dihadapkan ke kiblat, yaitu pada bagian leher yang akan disembelih.

Karena itulah arah untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Posisi kepala hewan yang akan disembelih boleh di sebelah utara dan boleh di sebelah selatan.

3. Setelah menghadapkannya ke arah kiblat, kemudian berdo’a:

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ عَنْ مُحَمَّدٍ وَأُمَّتِهِ

Sesungguhhnya aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan tulus ikhlas dan menyerahkan diri dan aku bukanlah golongan orang-orang musyrik.Sesungguhnya shalatku, pengabdianku, hidupku dan matiku adalah untuk Allah Dzat yang menguasai alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan demikian aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang muslim. Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, ya Allah (kurban ini) dari-Mu dan untukMu dan dari ….(sebutkan nama shahibul kurban).” (HR Abu Dawud).

4. Kemudian menyembelih hewan kurban

5. Memutus (memotong) tenggorokan dan dua urat nadi yang ada di leher.

Ada 4 macam hewan yang tidak sah dijadikan hewan kurban

1. Yang (matanya) jelas-jelas buta (picek).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved