Lakalantas Maut di Tebingtinggi
Duka Sekeluarga Tewas Tertabrak Kereta Api di Tebing Tinggi, Pulang Pesta Mau Jenguk Keluarga Sakit
Duka 1 keluarga di Deli Tua, pulang pesta mau jenguk keluarga sakit, nenek hingga cucu tewas tertabrak kereta api di Tebingtinggi.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Tria Rizki
Duka 1 Keluarga di Deli Tua, Pulang Pesta Mau Jenguk Keluarga Sakit, Nenek Hingga Cucu Tewas Tertabrak Kereta Api di Tebingtinggi
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Isak tangis pecah di rumah duka korban tewas kecelakaan mobil VS kereta api Sri Billah Utama, yang terjadi di Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi pada Rabu (21/1/2026) kemarin.
Keluarga, kerabat yang datang ke rumah berwarna hijau, dan pagar hitam tak kuasa membendung air matanya.
Mereka bersalaman, berpelukan, seakan saling menguatkan, atas kejadian tragis yang menewaskan 9 orang, sekeluarga di Jalan Purwo, Gang Arjuna, Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang.
Di luar, puluhan warga, baik laki-laki maupun perempuan tak henti-hentinya datang silih berganti.
Peristiwa yang merenggut 9 nyawa ini begitu mengejutkan, dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga.
Hari yang diawali dengan datang ke pesta ke kerabat yang mengadakan hajatan, berubah menjadi peristiwa tragis.
Adapun korban dibawa ke 3 rumah duka yang berbeda, yakni di Kecamatan Deli Tua, Kecamatan Medan Marelan, dan Kecamatan Tanjung Morawa.
Untuk di Deli Tua, korbannya ialah Zahara (80) dan kedua anaknya Zaitun dan Daratul Laila, serta seorang anak usia 7 tahun, anak dari Laila.
Mereka disemayamkan dalam satu rumah dan dimakamkan di tempat pemakaman umum dekat rumah.
Kepala Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Juliadi mengatakan, awalnya ia mendapat kabar kalau warganya jadi korban tewas kecelakaan antara mobil dan kereta api di Tebingtinggi.
Supaya memastikan, ia datang ke rumah korban dan ternyata benar warganya.
Untuk korban, sebenarnya ada 6 orang warganya yang tewas.
Namun untuk 2 lagi, yakni Rizal dan istrinya Risnawati, dibawa ke Kecamatan Tanjung Morawa
"Yang menjadi korban kecelakaan adalah warga kami 6 orang. Ada 2 yang dikebumikan di Tanjung Morawa,"kata Juliadi, Kamis (22/1/2026).
Juliadi mengungkapkan, peristiwa tragis merenggut nyawa ini bermula pada Rabu 21 Januari lalu, ketika 4 korban bersama 5 orang lainnya berangkat ke wilayah Kabupaten Batu Bara untuk menghadiri acara keluarganya.
Mereka menumpangi mobil Toyota Avanza BK 1657 ABP, yang dikemudikan korban bernama Abdul Kadir Al Zailani.
Sepulang dari Batu Bara, mereka hendak singgah ke Kota Tebingtinggi, menjenguk adik dari Zahara.
Namun, belum sampai ke lokasi, mobil yang mereka tumpangi tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang, sekira pukul 18:30 WIB.
Akibatnya, sembilan orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan di rumah sakit akibat luka yang dialaminya.
"Almarhum pergi ke tempat acara keluarga, kemudian pulangnya mau ke rumah keluarga yang sakit."
(Cr25/Tribun-medan.com)
| Ibu Korban Lakalantas Kereta Api Tebingtinggi Syok Lihat Mobil Anaknya Hancur di TikTok |
|
|---|
| Isak Tangis Iringi Pemakaman Pasutri Korban Tabrakan Kereta Api Tebingtinggi, Dikenal Sosok Dermawan |
|
|---|
| Korban Kecelakaan Kereta Api Tebingtinggi Sempat Siaran Langsung Singgah ke Pesta Tapai di Batu Bara |
|
|---|
| Warga Deli Tua Tak Menyangka Tetangga Sekeluarga Tewas Tertabrak Kereta Api di Tebingtinggi |
|
|---|
| Duka 1 Keluarga di Deli Tua, Pulang Pesta Mau Jenguk Keluarga Sakit, Nenek hingga Cucu Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Duka-Sekeluarga-Tewas-Tertabrak-Kereta-Api-di-Tebing-Tinggi.jpg)