Demo Mahasiswa di Medan

Aksi Unras di DPRD Sumut, Mahasiswa USU Bawa Poster Bertuliskan Ini

Seratusan mahasiswa dari BEM USU gelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sumut. Ada poster kalimat Prabowo soal 10+6 =17.

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Tria Rizki

Kondisi tersebut memicu kekecewaan para mahasiswa yang sejak awal menuntut agar wakil rakyat bersedia mendengar langsung suara mereka.

Di lokasi, massa mendapat pengawalan ketat dari ratusan aparat keamanan berseragam. Tak hanya itu, sejumlah aparat berpakaian sipil juga tampak mengelilingi area aksi.

Ketegangan sempat terjadi ketika mahasiswa berupaya mendekati pintu masuk gedung DPRD. Aksi saling dorong antara massa dan aparat tak terhindarkan setelah mahasiswa merasa aspirasi mereka diabaikan.

Meski demikian, aksi tetap berlangsung kondusif. Secara bergantian para orator menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sembilan tuntutan yang mereka nilai mendesak untuk segera ditindaklanjuti pemerintah.

Pertama, mahasiswa menuntut pemerintah menjaga harga BBM tetap stabil serta memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan hanya diterima kelompok yang berhak.

Kedua, mereka mendesak adanya efisiensi dan transparansi dalam pengalokasian APBN maupun APBD dengan memprioritaskan anggaran pada program-program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Ketiga, massa menolak segala bentuk dwifungsi Polri serta meminta peningkatan transparansi dan akuntabilitas di tubuh institusi kepolisian.

Keempat, mahasiswa meminta pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menggantinya dengan program pemenuhan gizi masyarakat yang dinilai lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Kelima, mereka mendesak Pemerintahan Prabowo-Gibran mengembalikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

Keenam, mahasiswa meminta pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat yang telah lama diperjuangkan berbagai kelompok masyarakat.

Ketujuh, massa menuntut pertanggungjawaban pemerintah terkait penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sekaligus mendesak penindakan tegas terhadap praktik pertambangan ilegal.

Kedelapan, mahasiswa meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan publik, khususnya sektor kelistrikan dan penyediaan air bersih.

Kesembilan, mereka menagih janji Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuka 19 juta lapangan pekerjaan sebagaimana pernah disampaikan kepada publik.

“Kami datang membawa suara rakyat, tetapi tak satu pun wakil rakyat yang bersedia menemui kami,” ujar salah seorang orator dari atas mobil komando.

(Cr5/Tribun Medan)

 

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
Live
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved