TribunMedan/

Kurir Narkoba Asal Indonesia Dibayar Lebih Murah dari Negara Lain, Ini Bayarannya

"Kurir-kurir dari negara Cina misalnya, mereka itu malah dibayar puluhan juta. Tiap kurir itu bisa mendapat upah Rp 30 juta,"

Kurir Narkoba Asal Indonesia Dibayar Lebih Murah dari Negara Lain, Ini Bayarannya
Tribun-Medan.com/ Array Argus
Barang bukti narkoba yang disita dari Abdurrahman, gembong narkoba yang ditembak mati petugas Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Senin (6/3/2017). (Tribun-Medan.com/ Array Argus) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bagi sebahagian pihak, bisnis narkoba memang terbilang cukup menggiurkan. Tanpa perlu bersusah payah, tiap kurir maupun bandar bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda.

Namun, meskipun mendapat keuntungan yang lumayan besar, ternyata kurir asal Indonesia dibayar lebih murah dibanding kurir dari negara lainnya seperti Cina. Menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Brigjend Eko Daniyanto, kurir narkoba asal Indonesia diupah hanya belasan juta.

Baca: Jangan Lewatkan, Ini Dua Cara Teranyar Pembelian Tiket Kereta Api

Baca: Mencengangkan, Begini Ternyata Peredaran Sabu Antarnegara Dikendalikan

Baca: Tak Terima Payudara Digerayangi Rekan Honorer Satpol PP saat Jeritan Malam, Melapor ke Inspektorat

"Kurir-kurir dari negara Cina misalnya, mereka itu malah dibayar puluhan juta. Tiap kurir itu bisa mendapat upah Rp 30 juta sampai Rp 40 juta sekali pengiriman," ungkap Eko, Senin (6/3/2017).

Jendral bintang satu ini mengatakan, kebanyakan kurir asal Indonesia direkrut oleh warga negara Malaysia. Sementara, katanya, untuk Cina, Afrika, dan Iran, mereka mempekerjakan penduduk lokalnya sendiri.

"Kurir Indonesia itu paling dibayar Rp15 juta tiap kali pengiriman. Jumlah itu tentu tidak sebanding dengan resiko yang akan dihadapi," kata Eko.

Ia menerangkan, untuk memberantas narkoba ini polisi tidak bisa bekerja sendirian. Polisi butuh dukungan dari masyarakat, terkait informasi peredaran narkoba.

"Kami bukan Superman. Kami butuh bantuan dari masyarakat untuk membasmi peredaran narkoba di Indonesia ini," katanya.

(ray/tribun-medan.com)

Penulis: Array A Argus
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help