Mitsubishi Xpander Sedot Konsumen Merek Lain, Ini Kompetitor yang Kena
''Untuk di Jakarta kami sedikit kaget karena saat kami coba cek ke beberapa diler ternyata sebagian besar datang dari konsumen non-Mitsubishi."
TRIBUN-MEDAN.COM - Mitsubishi Xpander sukses menuai hasil apik selama pemeran otomotif nasional berlangsung.
Total pemesanan hingga 17 Agustus 2017 lalu sudah mencapai 3.053 unit dan diprediksi akan terus bertambah hingga pameran usai.
Baca: Anggota DPR Nurdin Tampubolon Dituding Tembok Akses Jalan di Kayu Putih Jakarta
Lantas siapa sebenarnya konsumen yang meminang Xpander selama pameran dan di wilayah Jakarta.
Menjawab hal ini, Budi Dermawan Daulady selaku Department Head Sales & Marketing Region 1 Jabodetabek dan Jawa Barat Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), mengatakan dari sisi segmen sudah sesuai target, yakni keluarga.
"Sesuai dengan yang kami harapkan, tapi untuk di Jakarta sendiri kami sedikit kaget karena saat kami coba cek ke beberapa diler ternyata sebagian besar datang dari konsumen non-Mitsubishi," kata Daulady kepada wartawan di Tangerang, Jumat (18/8/2017).
Menurut Daulady, konsumen baru tersebut tertarik dengan Xpander lebih dikarenakan dari sisi desain dan spesifikasi. Sedangkan untuk profil, mayoritas wiraswasta dan karyawan.
"Xpander ini menjadi Mitsubishi pertama mereka, tapi bukan berarti mereka tidak punya mobil sebelumnya. Ini jadi suatu hal yang bagus karena sejalan dengan apa yang ingin kita capai, yakni menunjukkan pengalaman baru sekaligus mereka merasakan bahwa Mitsubishi saat ini aftersales-nya sudah lebih baik," ucap Daulady.

Pengunjung memperhatikan interior mobil Mitsubishi Xpander ketika berlangsungnya GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE BSD, City Tangerang, Kamis (10/8/2017). Pameran otomotif tersebut diikuti 32 Agen Pemegang Merek (APM), 10 merek motor dan lebih dari 130 exhibitor non APM. ANTARA FOTO/Saptono/Kye/17
Prestasi awal Xpander yang langsung dibanjiri pemesanan juga mendatangkan pertanyaan mengenai revisi harga, namun menanggapi pernyataan ini Daulady menyatakan tidak ada perubahan harga yang akan dilakukan MMKSI untuk Xpander.
"Sampai saat ini sih dari manajemen belum ada, karena kenaikan harga faktornya banyak, tapi justru bukan dari meningkatnya demand. Kenaikan harga pada produk itu lebih dikarenakan soal ongkos produksi dan kurs," kata Daulady.
Video kesan pertama Xpander yang dibuat otomania.com:
Menarik memperhatikan pergerakan pasar small MPV saat mendapat serbuan pemain baru, Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero S. Para pemain lama ”H2C” (harap-harap cemas), menghadapi stok yang naik-turun.
Dari data terakhir Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) per Juli 2017, pergerakan itu kelihatan. Toyota Avanza yang selama ini menjadi benchmark, masih positif dengan wholesales 9.100 unit, bulan lalu.
Catatan KompasOtomotif, selama tujuh bulan pertama, pionir smallMPV di Indonesia itu mengalami kenaikan sedikit bulan lalu dibandingkan Juni 2017 dengan perolehan paling rendah, yakni 6.100-an unit. Tapi kalau dibandingkan performa awal tahun, hasil Juli masih berada pada tren menurun.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mitsubishi-xpander-tribun_20170812_145009.jpg)