Guru Beginian Tega Hukum Paksa Muridnya Menjilat WC Sekolah, LPA Sumut Geram

"Anak saya disuruh jilat WC sebanyak 12 kali. Tapi baru empat kali dijilatnya, dia muntah,"

Guru Beginian Tega Hukum Paksa Muridnya Menjilat WC Sekolah, LPA Sumut Geram
ilustrasi/tribunnews
Murid dipaksa jilat WC sekolah 

Laporan wartawan Tribun Medan / M Fadli Taradifa

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Pemberitaan tentang guru menghukum murid menjilat WC, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) sumut memberi komentar pedas.

Ketua LPA Sumut, Muniruddin Ritonga mengatakan, Jika informasi tersebut benar faktanya seperti itu. Maka sangat disayangkan perlakuan yang tidak baik kembali mencoreng dunia pendidikan.

“Kami dari LPA Sumut, minta agar oknum guru tersebut ditindak tegas. Karena anak didik itu bagaimanapun kelakuannya harus tetap diperlakukan manusiawi. Bukankah fungsi guru itu mengajar dan mendidik dengan baik. Oleh karena itu kita meminta Dinas Pendidikan Serdang Bedagai agar menelusuri kejadian ini dengan serius,” ujarnya saat dikonfirmasi tribun-medan.com, melalui Whatsapp, Rabu (14/3/2018).

M Bayu Pratama, siswa SD Negeri 104302 Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara yang dihukum gurunya menjilat WC karena tak membawa tanah kompos, Rabu (14/3/2018)
M B, siswa SD Negeri 104302 Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara yang dihukum gurunya menjilat WC karena tak membawa tanah kompos, Rabu (14/3/2018) ()

“Apabila perlu, perilaku guru yang beginian harus ditindak tegas seperti dipindahkan atau dibebas tugaskan. Bagaimana mungkin anak didik bisa baik, sedangkan perilaku gurunya begini. Ini insiden buruk didunia pendidikan dan harus segera dievaluasi dengan baik dan serius,” tambahnya.

Baca: Begini Nasib 8 Muda-muda yang Tercydug Pesta Ekstasi di Karaoke

Kasus ini kemudian mendapat reaksi keras dari orangtua siswa bernama SH. Menurutnya, sang anak bernama MB tidak membawa tanah kompos yang disuruh oleh gurunya itu. Karena alasan tersebut, sang guru berinisial M memaksa anaknya menjilat WC.

"Anak saya disuruh jilat WC sebanyak 12 kali. Tapi baru empat kali dijilatnya, dia muntah," katanya saat diwawancarai sejumlah jurnalis di kediamannya di Desa Cempedak Lobang, Rabu (14/3/2018).

Menurutnya, kasus ini terjadi pada pekan lalu. Ia mendapat kabar tak mengenakkan ini dari temannya. Mendapat kabar tersebut, suami Siti mendatangi pihak sekolah.

"Suami saya datang ke sekolah melabrak guru itu. Marah, sakit hati. Campur aduk perasaan saya. Apa enggak ada hukuman lain selain itu," katanya.

Menurut LPA, jika kejadian tersebut tidak ditanggapi dengan serius baik di pemerintah maupun di kepolisian, maka ditakutkan akan menimbulkan insiden buruk ke depannya.

“Sangat disayangkan jika ini dibiarkan saja. Perlu perhatian khusus dari pemerintah agar bisa menindak tegas dengan cepat, oknum yang terlibat,” tambah Muniruddin.(cr3)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved