Fonterra Bangun Pabrik Susu di Indonesia
RI-Selandia Baru Identifikasi Sektor untuk Dikerjasamakan
Rencana itu disampaikan CEO Fonterra, Theo Spierings, di sela kunjungan bisnis Perdana Menteri Selandia Baru, Senin (16/4). Hal itu merupakan tindak lanjut komitmen Global Strategy Refresh Fonterra yang diluncurkan beberapa waktu lalu.
Spierings mengatakan, Asia mengungguli pertumbuhan permintaan produk susu di dunia dan Indonesia memainkan peranan besar dalam permintaan ini.
Industri susu Selandia Baru telah menjalin kerja sama dengan Indonesia lebih dari 40 tahun memasok produk susu berkualitas tinggi dan permintaan produk susu Indonesia diprediksi akan tumbuh sekitar 50 persen dalam delapan tahun ke depan.
"Dengan prediksi pertumbuhan yang begitu pesat di Indonesia, kami ingin meningkatkan kemampuan pengolahan dan pengemasan kami di sini untuk mendukung bisnis kami," kata Spierings.
Selama ini Fonterra mengolah dan mengemas produk konsumen Anlene, Anmum, dan Anchor Boneeto di Selandia Baru atau melalui perusahaan pengemasan di Indonesia atau Asia, sebelum mendistribusikannya ke pasar Indonesia.
"Produk-produk Fonterra tersebut akan tetap menggunakan bahan baku asal Selandia Baru, sementara pabrik yang baru akan mendukung proses sekunder produksi dan membantu merespon kebutuhan pasar dengan cepat," ungkap Spierings.
Ia mengungkapkan, rencana investasi Fonterra di Indonesia merupakan bagian dari strategi global perusahaan untuk lebih mempertajam fokus di kawasan Asean.
Spierings adalah ketua rombongan delegasi bisnis Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru di Indonesia. Misi kunjungan tersebut adalah untuk menjajaki kesempatan kerja sama bisnis antara kedua negara.(ew)
