Dua Pelajar Lamongan Juara Olimpiade

Dua siswa asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Abdullah Kafa Bihi dan Amirul Dipo W menjadi juara Olimpiade Sains Nasiona

TRIBUN-MEDAN.com, LAMONGAN - Dua siswa asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Abdullah Kafa Bihi dan Amirul Dipo W menjadi juara Olimpiade Sains Nasional di Pontianak, pertengahan Juni 2012, kini siap mengikuti pemusatan latihan di Jakarta.

Abdullah Kaffa Bihi berhasil meraih medali emas tingkat SMP Bidang Biologi, sementara teman sekelasnya di kelas IX SMP Negeri 1 Lamongan, Amirul Dipo W meraih medali perak Bidang Fisika.

Keduanya akan mengikuti pemusatan latihan selama dua bulan untuk seleksi masuk kontingen Indonesia di ajang Internasional Junior Science Olympiad pada 1-10 Desember di Kish Island, Iran.

Abdullah dan Dipo bersama atlet panjat tebing Nanda Dea Cahyaningtyas juga siswa SMP Negeri 1 Lamongan,  Jum'at (24/8/2012) didampingi Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Agus Suyanto bersama Kepala SMP Negeri 1 Lamongan Khoirul Anam berpamitan kepada Bupati Lamongan, Fadeli.

Sementara Nanda akan menjadi duta Indonesia untuk berlaga di ajang kejuaraan internasional Rock Climbing kategori lead dan speed di Pulau Sentosa, Singapura, pada 27 Agustus-2 September.     

Kini Abdullah Kafa dan Amirul Dipo banyak menerima tawaran beasiswa sekola, bukan hanya beasiswa sekolah di tingkat menengah atas (SMA) namun juga untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi dengan fasilitas kesempatan bersekolah di luar negeri. "Tawaran itu banyak yang berasal dari luar Jawa Timur," kata Dipo.

Dalam Olimpiade Sains Nasional di Pontianak lalu Abdullah Kaffa berkompetisi dengen 99 peserta dari 33 provinsi di Bidang Biologi dan memperebutkan lima medali, sementara Dipo juga berkompetisi dengan 99 peserta di Bidang Fisika. Keduanya harus menyelesaikan soal teori dan eksperimen. "Di eksperiman ada tahap fisiologi morfologi dan uji determinasi," ujar Abdullah.

Abdullah Kafa, anak pertama dari pasangan Mohammad Maksum Lutfilah-Tuchfa Aziz, kelahiran Lamongan 16 Juni 1998 tersebut, dan Dipo anak pasangan Heru Prabowo-Sri Maryati yang lahir 1 Oktober  1997 optimis bisa masuk kontingen Indonesia. Abdullah ingin menjadi peneliti bidang Biologi, sementara Dipo ingin menjadi teknisi nuklir.     

Bupati Lamongan Fadeli juga optimis keduanya akan mampu masuk seleksi setelah berkompetisi dengan 30 siswa lain se Indonesia dan diambil 13 orang saja. Prestasi Abdullah dan Dipo bukan karena kebetulan, namun buah dari kerja keras. "Saya harap kerja keras itu dilanjutkan saat seleksi nasional. Nanda yang kini membawa nama bangsa di ajang panjat tebing internasional, juga jangan minder sehingga mampu berprestasi," ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved