Pertamina
Besok, Pertamina Aktipkan 22 Unit SPBU Non Subsidi
PT Pertamina (Persero) Marketing & Trading Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyatakan kesiapannya menyediakan sarana
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PT Pertamina (Persero) Marketing & Trading Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyatakan kesiapannya menyediakan sarana dan fasilitas untuk pelayanan BBM Non Subsidi bagi grup konsumen tersebut.
Untuk tahap awal di wilayah Sumbagut (Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, dan Kepri) telah disiapkan 22 unit SPBU yang menyediakan fasilitas pelayanan untuk BBM Solar Non Subsidi sebagaimana daftar terlampir dan 11 unit Mobile SPBU yang dapat mendatangi sentra-sentra angkutan pertambangan maupun angkutan perkebunan.
Langkah ini ditempuh merujuk pada Implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 12/2012 tentang Tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak. Pasal 6 ayat (1) peraturan tersebut menyatakan bahwa sejak 1 September 2012, hari ini, mobil barang yang dipergunakan untuk kegiatan perkebunan dan pertambangan dilarang menggunakan BBM Solar Subsidi.
"Secara teknis kita sudah menyiapkan sarana dan fasilitas yang tersebar di seluruh wilayah. Jumlah SPBU yang disiapkan Pertamina akan terus bertambah seiring dengan perkembangan implementasi peraturan tersebut di lapangan," jelas Asisten Manager Customer External Relation Pertamina Sumbagut, Fitri Erika, Jumat (31/8/2012) di Medan.
Ia memastikan pemenuhan kebutuhan ini untuk konsumen pemakai solar yang sudah tidak bisa mengonsumsi solar subsidi pasca pembatasan. Diketahui, dalam Permen ESDM nomor 12/2012 diterangkan bahwa selain sektor industri, perkebunan dan pertambangan, untuk kendaraan dinas, BUMN, BUMD, TNI dan Polri yang menggunakan solar juga tidak boleh lagi menggunakan solar subsidi. Artinya, jika mereka tidak ingin menggunakan Pertamina Dex, maka kendaraan tersebut harus menggunakan solar non subsidi.
Sebelumnya, Pertamina juga telah meluncurkan Agen BBM Industri Eceran (SPBU Mobile) yang melayani penjualan solar non subsidi untuk kebutuhan di Sumut. Pertamina mulai mengoperasikan 20 unit mobil Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk solar nonsubsidi eceran.
Keseluruhan unit SPBU bergerak ini akan dioperasikan di sekitar kawasan pertambangan dan perkebunan di Sumut.
"Kita berharap dengan diluncurkanya 20 unit SPBU bergerak ini, angka penyalahgunaan BBM bersubsidi yang sering terjadi di wilayah perkebunan dan pertambangan di Sumatera Utara dapat ditekan. Bagi kami, ini solusi dan cara praktis untuk menambah BBM nonsubsidi secara bertahap. Kalau ada investor yang ingin menanamkan modal untuk armada ini dipersilakan. Dengan investasi sekira Rp150 juta hingga Rp280 juta, investor bisa mendapatkan omzet yang cukup lumayan," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya Yuktyanta.
Mobil SPBU ini sepenuhnya dikelola investor swasta yang merupakan mitra Pertamina. Mobilnya memiliki kapasitas tangki sekira 5.000-8.000 liter, serta dilengkapi dengan meter arus, pompa produk serta nozzle seperti yang berada di SPBU konvensional. Selain di Sumbagut, sampai dengan akhir 2012 ini, Pertamina secara nasional memproyeksikan operasional 200 armada sejenis di seluruh Indonesia.
"Kita targetkan 200 unit hingga akhir tahun ini dapat beroperasi secara nasional. Pastinya masih jauh dari cukup, mengingat luasnya wilayah operasional. Idealnya kita saat ini memiliki sekira 400-an unit. Baru pelayanan BBM jenis solar industri dapat dilakukan secara maksimal," tambahnya.
Upaya Pertamina korporasi menekan angka penyalahgunaan BBM bersubsidi di kalangan industry. PT Pertamina FRM Region I Sumbagut juga telah menyiapkan strategi yang terintegrasi dengan upaya tersebut. Saat ini Pertamina FRM Region I Sumbagut tengah berupaya menggenjot pengembangan SPBU konvensional yang khusus menyediakan BBM non subsidi. Direncanakan, setiap daerah harus memiliki setidaknya 1 SPBU yang menjual khusus BBM industri.
"Kita terus mendorong agar retail penyedia BBM nonsubsidi ini dapat tumbuh, Saat ini ada 214 dari 668 SPBU di Sumbagut yang telah menjual BBM Non Subsidi. 88 di antaranya berada di Sumut. Diharapkan dalam setahun ke depan, 33 SPBU lagi dapat berdiri atau terkonversi menjadi SPBU yang ikut menjual BBM nonsubsidi," pungkasnya.
(ers/tribun-medan.com)
