Medan Hujan Abu
Dirnavpen: Status Penerbangan dari dan Ke Kualanamu Bahaya
Direktorat Navigasi Penerbangan (Dirnavpen) Dirjen Perhubungan Udara mengeluarkan Notice to Airmen (Notam) terkait Ashtam
Laporan Wartawan Tribun Medan / Fahrizal Fahmi Daulay
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Direktorat Navigasi Penerbangan (Dirnavpen) Dirjen Perhubungan Udara mengeluarkan Notice to Airmen (Notam) terkait Ashtam atau debu dari Gunung Sinabung yang bisa membahayakan penerbangan.
"Notam Ashtam (debu) itu dikeluarkan terkait erupsi Gunung Sinabung yang sudah mengeluarkan letusan sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi,"kata General Manager Air Navigation (AirNav) Susanto saat dihubungi www.tribun-medan.com via seluler, Minggu (24/11/2013).
Ia mengatakan dirinya baru menerima Notam Sinabung yang diterbitkan Direktorat Navigasi Penerbangan (Dirnavpen) Dirjen Perhubungan Udara dengan No. 0038/13.
Sementara itu rute yang terdampak semburan abu dengan ketinggian atau flight level 150 adalah rute W11. Rute tersebut masuk dalam penerbangan Kualanamu-Padan.
Ia menyatakan dampak semburan debu vulkanik Gunung Sinabung sampai pada flight level 250 masing-masing pada rute W12, R456 dan L774.
Rute itu masuk dalam penerbangan domestik dan internasional, masing-masing Kualanamu-Aceh, Kualanamu-Colombo dan Maladewa, Kualanamu-Timur Tengah.
(riz/tribun-medan.com)