Baca Selengkapnya di Tribun Medan

Pemko Fasilitasi Pertemuan Warga dan TNI AU

Pascakerusuhan anggota TNI AU Lanud Soewondo dengan warga Sarirejo, Medan Polonia terkait sengketa tanah, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin

TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
BUBARKAN MASSA - Sejumlah anggota TNI AU membubarkan massa warga Sari Rejo yang melakukan aksi unjukrasa dengan memblokir jalan di kawasan Jalan Avros Medan, Sumatera Utara, Senin (15/8/2016). Unjukrasa tersebut berakhir bentrok antara warga dan TNI AU. Akibat bentrokan itu, sedikitnya empat wartawan jadi korban kekerasan oknum TNI AU. 

- Digelar Setelah 17 Agustus
- Irsal Sesalkan Kekerasan yang Dilakukan Oknum TNI AU

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pascakerusuhan anggota TNI AU Lanud Soewondo dengan warga Sarirejo, Medan Polonia terkait sengketa tanah, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengungkapkan, telah menyampaikannya kejadian itu ke Komisi II DPR RI.

Eldin juga berjanji, usai 17 Agustus, Pemko Medan akan memfasilitasi pertemuan TNI AU dan warga.
"Pihak Lanud nanti menyampaikan bahwa tanah yang dipatok itu yang tidak bersengketa dengan warga. Usai 17 Agusutus nanti kita fasilitasi," ujarnya usai menonton Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-71 RI di Kompleks Parlemen, Selasa (16/8).

Akibat bentrokan warga dan personel TNI AU, beberapa warga dirawat di rumah sakit, termasuk dua jurnalis yang sedang meliput jadi korban. Array Argus dari Harian Tribun Medan dan Andry Syafrin (MNCTV) dipukuli oknum tentara menggunakan kayu, pentungan, dan tombak.

Saat disinggung tentang pemukulan yang dilakukan oknum TNI AU terhadap warga, Eldin menyangkan hal tersebut.

"Apa yang mereka lakukan itu hanya masalah komunikasi saja. Saat ini sudah ditangani DPR-RI," katanya.

Kepala Bagian Aset Kota Medan Agus Suryono enggan memberi komentar banyak terkait bentrok yang terkait dengan masalah lahan tersebut. Namun, saat ditanya tentang proyek rusunawa, Agus mengatakan bukan proyek Pemko Medan.

"Gak tahu aku. Sejarahnya juga aku gak tau. Yang pasti gak ada urusan Pemko di proyek rusunawa," katanya.

Sedangkan Ketua DPRD Medan dari Fraksi PDI Perjuangan Henry Jhon Hutagalung mengatakan, persoalan lahan di Sarirejo tidak perlu diributkan lagi. Sebab, permasalahan tersebut dapat meganggu proses yang lainnya.

"Kan udah ditangani Pemko. Dan, sudah disampikan ke DPR RI Komisi II. Nagapain ribut-ribut. Semua terganggu," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PPP Sekretariat DPRD Medan Irsal Fikri sangat menyesalkan kekerasan yang dilakukan oknum TNI AU. Ia mengatakan, kekerasan tersebut telah memudarkan kemerdekaan, terlebih kepada jurnalis.

"Itu dapil (daerah pilihan) saya. Saya menyayangkan bentuk kekerasan itu. Pada saat menjelang perayaan kemerdekaan, ada bentuk kekerasan," katanya. Ia menambahkan, hingga saat ini jurnalis belum merasakan kemerdekaan. Irsal mengatakan, akan menyampaikan peristiwa tersebut kepada kerabatnya di Komisi III DPR RI.

Prihatin

Wali Kota Binjai HM Idaham prihatin melihat penganiayaan terhadap wartawan.

"Seharusnya peristiwa penganiayaan tersebut tidak harus terjadi, bila saling menghormati," ucapnya usai melepas jemaah haji, kemarin.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved