Ngopi Sore
Anies Baswedan di Mata Jonru
Dalam politik, sikap-sikap yang ditunjukkan Adian dan Ruhut sebagaimana Anies, adalah kewajaran belaka. Jonru menunjukkan inkonsistensi serupa.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
Pertanyaan ini sudah dijawab Jonru lewat media yang sama. Menurut Jonru, ada ketidaksenangan dari orang-orang liberal di kubu Anies Baswedan terhadap dukungannya. Mereka menyerangnya dan Jonru menganggap hal ini tidak etis dan konyol sekali. Sudah satu "kubu", kok, tetap saja dirisak.
Hanya itu? Iya, hanya itu. Jonru mengemukakan alasan lain yang mengesankan bahwa pilihannya dalam bersinggungan dengan politik bukan semata datang dari dirinya sendiri, tetapi juga dari Tuhan. Namun saya kira alasan ini terlalu besar dan boleh dikesampingkan. Kenapa? Karena, toh, pilihan Jonru setelah memutuskan tak lagi mendukung Anies Baswedan justru terang menunjukkan betapa dia sesungguhnya gamang.
Jonru sebelumnya juga pernah mengemukakan alasan-alasan kenapa dia tidak mendukung pasangan Agus Yudhoyono dan Sylviana. Tapi sekarang sikapnya lain. Kenapa dia tidak memakai parameter yang sama? Padahal di kubu ini ada Ulil Abhsar Abdalla, manusia Indonesia yang selama bertahun-tahun terlanjur dicap sebagai dedengkot Islam Liberal. Apakah lantaran Ulil tidak merisaknya?
Memang, sampai sejauh ini Jonru belum terang-terangan mendukung Agus-Sylviana. Jonru masih sekadar bilang, dia mustahil memilih Ahok dan dia juga tidak mungkin golput, sebab golput itu dosa. Hehehe...
twitter: @aguskhaidir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jonru_20161003_172934.jpg)