Monumen Sisingamangaraja Jadi Ikon Kebebasan dari Penindasan

Pada saat usianya baru 19 tahun ia dinobatkan menjadi raja. Ia pun dikenal sebagai sosok raja yang muda tapi bijaksana dan pemberani.

Tayang:
Tribun-Medan.com/ Silfa Humairah
Monumen Sisingamangaraja tampak diperbaharui, kini dicat lebih cerah begitu pula tamannya sudah banyak bunga. (Tribun-Medan.com/ Silfa Humairah) 

Untuk melawan Belanda, Sisingamangaraja XII menjalin kerja sama  dengan beberapa suku di Aceh dan kerajaan Aceh serta dengan kerajaan Minangkabau.

Berkat jalinan kerjasama persekutuan ini lah yang menyebabkan Aceh dan tanah Batak sulit ditaklukkan Belanda.

Sisingamangaraja XII dikenal sebagai sosok yang anti perbudakan dan penindasan.

Ia sangat menghargai hak kemerdekaan hidup. Maka dari itu ia berjuang menentang penindasan Belanda di Indonesia.

Untuk menghormati perjuangan Raja Sisingamangaraja XII, tahun 1979 dibangun Monumen Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII di Kota Medan.

Sejarawan Kota Medan, Ichwan Azhari, menuturkan Sisingamangaraja memiliki peran dan jasa yang besar dalam memperjuangkan kemerdekaan di Sumatera Utara.

"Sisingamangaraja merupakan pahlawan dari Sumut. Jadi sudah selayaknya monumen tersebut menjadi ikon dan daya tarik bagi wisatawan. Tentunya harus dirawat pula," katanya.

(sil/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved