Ngopi Sore

Menyangsikan Keimanan Buya Syafi'i Maarif

Bagaimana mungkin ada orang yang terpelajar dapat mengambil kesimpulan yang demikian terburu-buru dan gegabah pula?

Tayang:
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
Int
AHMAD Syafi'i Maarif 

Kita mungkin akan bilang tidak. Orang yang beriman tak mungkin membunuh dan orang beriman pasti malu telanjang apalagi sampai direkam bercinta untuk tontonan umum. Namun bukankah nilai-nilai keimanan merupakan prerogatif Tuhan?

Karena itu pula, terlepas dari kecendekiaan ke-Islam-an mereka yang sudah sangat masyhur, bisa jadi Ustaz Quraish memang tidak beriman, tidak tertutup kemungkinan Buya Syafi'i memang tidak beriman, tetapi kita manusia tak punya hak menilai. Terlebih-lebih penilaian tersebut sekadar dilatarbelakangi ketidaksepahaman terkaitpaut sikap dan pandangan politik (yang dihubung-hubungkan dengan agama) dalam ruang lingkup Pemilu Gubernur Jakarta.

Saya kira itu akan jadi konyol sekali. Sama konyolnya dengan menyimpulkan dan lantas mengelu-elukan para jenderal sebagai pembela dan pejuang Islam hanya dari satu pernyataan --yang sebenarnyapun tidak terlalu terang-- di acara berbual-bual di televisi.

Begitulah. Saya tidak tahu akan sampai ke titik mana fenomena yang sungguh aduhai ini akan melejit. Melihat apa yang terjadi di hari-hari belakangan, saya kira lejitannya belum dapat diprediksi dan sangat boleh jadi akan sampai di titik yang tak terduga.

twitter: @aguskhaidir 

***
Yuk, berinteraksi!
Salurkan pendapat kamu, bebas asal bertanggung jawab, melalui kanal media sosial Tribun Medan
Cukup like/suka fan page facebook: tribun-medan.com
Follow twitter: @tribunmedan
Tonton Youtube unik: Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved