Teror Bom

Tokoh Agama Islam dan Kristen Serukan Kesejukan Sikapi Ledakan Bom Lukai 4 Anak-anak

"Ini tidak bisa ditoleransi lagi. Kita sebagai umat Islam tak bisa toleran dengan hal-hal teror demikian," kata Ketua MUI Kaltim KH Hamri Haz

Tokoh Agama Islam dan Kristen Serukan Kesejukan Sikapi Ledakan Bom Lukai 4 Anak-anak
(Hand-over/Medsos & Tribun Kaltim/Nevrianto)
Tiga dari empat anak-anak usia di bawah lima tahun (Balita) korban ledakan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016) pagi. Seorang ibu histeris menangisi anaknya yang terluka (kanan). (Hand-over/Medsos & Tribun Kaltim/Nevrianto) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Para tokoh agama segera mengeluarkan seruan menyejukkan kepada umat dan masyarakat umum menyikapi ledakan bom yang terjadi di halaman Gereja Oikumene, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016) pagi.

Bom diduga diledakkan Johanda alias Jo bin Muhammad Aceng Kurnia, diduga residivis, pelaku teror bom buku di Jakarta dan kota sekitarnya tahun 2011. Pelaku berhasil ditangkap warga dan sudah diserahkan ke kepolisian.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim selaku tokoh agama Islam, KH Hamri Haz, merasa kaget mendengar informasi adanya gereja dì Samarinda yang menjadi sasaran teror bom.

"Ini tidak bisa ditoleransi lagi. Kita sebagai umat Islam tak bisa toleran dengan hal-hal teror demikian," kata Hamri, yang mengaku baru mengetahui kejadian ini, Minggu hari.

jihaddds
SEORANG balita korban Gereja Oikumene bernama Intan Marbon (2,5 tahun) yang menderita luka paling parah dibawa ambulans untuk dirujuk Rumah Sakit AW Sjahranie Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016). Ledakan bom itu menyebabkan lima orang terluka yang semuanya merupakan masih anak-anak, empat di antaranya mengalami luka bakar parah, sementara seorang terduga pelaku peledakan berhasil ditangkap warga.

Baca: Ini Nama-nama 4 Anak yang Jadi Korban Bom Gereja

Selama ini, kata Hamri, tidak pernah terjadi gesekan antar-umat beragama di provinsi kaya ini.

Kedamaian juga tercermin dengan berdirinya Forum Kerukunan Antar-Umat Beragama (FKUB) yang rutin menggelar pertemuan tiap bulan.

"Tidak pernah ada rasa curiga antar-tokoh agama. Kami selalu berkumpul sebagai saudara. Ini pertama kali (bom gereja) dan sangat kami sesalkan," kata Hamri dikutip www.tribun-medan.com dari TribunKaltim.co.

Hamri juga mengajak umat Muslim di Kaltim agar tidak terjebak aksi-aksi teror yang mengatasnamakan jihad semacam ini.

pelaku peledakan bom gereja oikumene samarinda1
Terduga pelaku peledakan bom di gereja Oikumene Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016), ditangkap usai melontarkan peledak. (Hand-over/media sosial)

Baca: Inilah Foto-foto Pelaku Peledakan Bom di Gereja Oikumene yang Beredar, Apakah Anda Mengenalinya?

Jangan sampai ada lagi Umat Islam yang terpancing mengikuti jejak-jejak pengebom seperti itu.

Aksi meneror rumah ibadah agama lain, menurut Hamri, juga tidak pernah dibenarkan dalam Islam.

Halaman
123
Editor: Domuara D Ambarita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved