Breaking News:

Ngopi Sore

Sari Roti, Roti, Sari Roti . . .

Angin pujian berbalik arah seketika setelah manajemen Sari Roti , pemegang merek roti tersebut, mengeluarkan pernyataan resmi mereka.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
FACEBOOK
PEDAGANG keliling Sari Roti 

Apakah 212 merupakan panggung politik? Terlepas dari benar atau tidaknya, sekali lagi, pandangan dan penilaian mesti dikembalikan pada garis ideologi bisnis tadi.

Terlepas apakah 212 adalah bagian dari agenda politik atau memang sebenar-benarnya ajang bela agama yang jujur dan ikhlas, penjelasan manajemen PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk, mesti didudukkan di bawah koridornya sebagai pebisnis, bukan yang lain.

Namun di lain sisi, menurut saya, penjelasan yang dikedepankan pihak Sari Roti juga gegabah. Entah kelewat lugu atau kurang perhitungan, saya tidak tahu. Sebab seharusnya, mereka lebih sensitif terhadap situasi. Lebih bisa berhitung-hitung.

Mereka seyogianya paham, betapa sekarang Indonesia telah terbelah menjadi tiga kelompok besar: 'Sini', 'Sini", dan "Munafikin". Yang sepaham, sepandangan, adalah 'Sini', sebaliknya yang tidak adalah "Sana". Sedangkan para "Munafikin", tidak sebagaimana makna sebenar dari kata ini, yakni kelompok yang tidak menunjukkan arah keberpihakan jelas. Terkesan bisa 'Sini' bisa juga 'Sana'.

Sebutan lain untuk kelompok ini sebenarnya baik, yaitu 'netral'. Tidak berpihak ke 'Sini' dan ke 'Sana'. Akan tetapi, baik bagi kelompok 'Sini' maupun 'Sana', kelompok 'Munafikin' terlanjur dicap sebagai kelompok yang selalu patut untuk dicurigai lantaran setiap saat bisa berubah wujud jadi pengkhianat.

Sari Roti semestinya paham kecenderungan-kecenderungan ini dan dapat menahan diri untuk tidak berbuat macam-macam sekalipun yang macam-macam itu pada dasarnya tidak keliru. Semestinya mereka paham, betapa karena persoalan yang sama, ketidaksepahaman sikap dan pandangan, stasiun televisi, koran, dan seorang penyanyi legendaris telah diboikot. Sayang sekali mereka tidak paham.(t agus khaidir)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved