Siswa-siswa Beri Bantuan Bayi Mungil Iftiyah yang Diserang Virus Rubella
“Kita berinisiatif membantu saudara kita yang sedang ditimpa musibah. Hal ini digagas atas pemberitaan secara viral di media beberapa hari belakangan.
Penulis: Muhammad Tazli | Editor: Muhammad Tazli
“Virus ini efeknya bagi anak sangat fatal, saya juga saat ini sedang menggalakan informasi terkait penyakit ini sebagai upaya preventif. Kasihan kalau sampai menyerang ibu hamil,” katanya.
Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Sumut, Hikmed mengatakan, virus rubella menyerang ibu hamil dapat menyebabkan bayi lahir cacat mental, gangguan hati dan lainnya, untuk itu di Tahun 2018 dilakukannya kampanye di Sumut dan di pulau Jawa tahun 2017.
Selain itu sambung dia, adanya kesepakatan WHO yang menyatakan harus dilakukan pencegahan massal dengan vaksin. Pada wanita yang menikah diberikan minimal sebulan sebelum kehamilan dan anak anak usia 12 sampai 15 bulan.
“Sekarang tahap sosialisasi dan penyuluhan kepada kabupaten/kota agar melaksanakan kampanye bersamaan di 2018 dan buat anggarannya di APBD atau di dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Kabupaten/kota juga harus menyiapkan data anak usia 12 sampai 15 bulan dan ibu yang mau berumah tangga. Vaksinasi massal di Indonesia dilakukan dengan waktu berbeda seperti di Jawa tahun 2017, karena kalau sempat ibu menderita virus rubella, anak yang dilahirkan bisa cacat. Jadi dengan imunisasi massal, menghindari terjadinya congenital rubella syndrom. Kalau vaksinnya sudah dibuat satu untuk vaksin campak dan rubella,” terang Hikmed.
Menurut Hikmed, kasus rubella ada di Indonesia tetapi tidak diketahui, sebab baru diketahui setelah anak dilahirkan.
“Untuk mengetahuinya, perlu penelusuran dan pemeriksaan sejak kehamilan apalagi banyak faktor penyebab bayi lahir cacat. Kalau sudah divaksin, bayi lahir cacat berarti bukan karena rubella,” katanya.
Adapun gejala atau ciri ciri rubella ini diantaranya ruam warna merah muda khas. Diawali bintik-bintik, yang bisa gatal, sebelum menyebar dari belakang telinga ke kepala dan leher dan kemudian bagian lain dari tubuh bagian atas. Ruam biasanya berlangsung sampai seminggu.
Gejala lainnya adalah pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar telinga dan belakang kepala, badan panas dan badan menggigil. Virus rubella dapat menular dari orang yang terinfeksi batuk atau bersin dan dapat menyebar melalui kontak langsung dengan sekret pernapasan orang yang terinfeksi, seperti lendir atau ingusnya.
Dalam kesempatan itu, Hikmed juga mengimbau kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Mari kita jaga kebersihan dan terapkan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.(*/zli)