Aksi Kejar-kejaran BNN dan Terduga Bandar Narkoba Seperti Film Action
Dalam penyergapan ini, terduga pelaku B berhasil ditangkap, sedangkan AB tewas ditembak petugas karena berusaha kabur. AB ditembak di dalam mobil.
Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menyergap dua terduga bandar narkoba jenis sabu-sabu, B dan AB, di dua lokasi berbeda di Kota Medan, Minggu (19/2) pagi.
Dalam penyergapan ini, terduga pelaku B berhasil ditangkap, sedangkan AB tewas ditembak petugas karena berusaha kabur. AB ditembak di dalam mobil di kawasan Jalan Lingkar (Ringroad) Ngumban Surbakti.
Peristiwa ini digambarkan warga sekitar seperti adegan dalam film action. "Seru kali kali tadi. Seperti penjahat dan polisi yang kejar-kejaran di film action," kata warga bernama Surip (40), pada Tribun di sekitar lokjasi kejadian.
Baca: NEWS VIDEO: BNN Tembak Terduga Gembong Narkoba, Satu Orang Tewas
Disebutnya, sekitar pukul 10.30 WIB, warga dikejutkan oleh suara keras yang belakangan mereka ketahui sebagai suara letusan senjata api. Satu unit mobil jenis pikap merek Isuzu Panther melaju kencang dari arah Ringroad Setia Budi (Jl Gagak Hitam) menuju Jl AH Nasution, dikejar oleh mobil lain merek Toyota Avanza dan satu unit sepeda motor.
"Mobil yang pikap itu kemudian tiba-tiba membelok, mau naik ke pulau jalan. Mungkin mau balik ke arah semula. Soalnya di depan, kan, ada lampu merah (traffict light) dan sedikit macet. Rupanya nggak berhasil," ujar Surip.
Mobil yang dikemudikan AB tidak mulus naik ke pulau. Dua roda belakangnya sempat tersangkut, lalu terselip setelah dipaksa untuk tetap melesat. Mobil yang kehilangan kendali, oleng, lantas menghantam pohon yang tumbuh di pulau jalan.
"Hancur bagian depan mobil itu. Pas mobil itu mau naik ke pulau jalan terdengar suara tembakan. Kemudian waktu mobil menabrak pohon ada suara tembakan lagi dan mobil pun berhenti. Rupanya kena tembak supirnya," katanya.
Dipapar Surip, saat mobil pikap yang dikendarai AB berhenti, warga sekitar berusaha mendekat. Namun dilarang oleh petugas BNN yang meminta seluruh warga mundur dan menjauh.
"Sudah itu, ya, nggak ada yang berani dekat. Cuma lihat dari jauh. Foto-foto dari jauh. Sekitar lima sampai sepuluh meter. Tapi ada juga yang sempat lihat. Memang kena tembak. Sopirnya sudah terkapar, jok mobilnya yang masih berplastik berlumuran darah," sebutnya.
Warga lain, Amir, menyebut petugas BNN mengeluarkan dua tas dari kabin Isuzu Panther yang ringsek bagian depannya itu. Tas ini dimasukkan ke dalam Avanza. Kemudian, mereka mengeluarkan AB dan memasukkannya juga ke mobil yang sama, lalu membawanya pergi.
"Kalau saya nggak sempat lihat waktu mobil itu nabrak-nabrak pohon. Tapi suara tembakannya sempat dengar. Pas sampai di sini sudah ramai," katanya.
Baca: Satu Gembong Narkoba Ditembak Mati BNN, Ini Alasannya
Informasi diperoleh Tribun-medan.com dari personel BNN yang identitasnya tidak ingin dipublikasi, penyergapan dan pengejaran yang berujung pada kematian AB bermula dari penangkapan B di rumah kontrakannya di kawasan Jl Merpati, Gang Musala, Sei Sikambing, Medan.
"Kami mendapatkan informasi dan menindaklanjutinya. Dari pengeledahan di rumah B ditemukan barang bukti berupa enam bungkus sabu-sabu dan uang sebesar Rp 45 juta. Ada juga timbangan yang diduga digunakan untuk menimbang sabu," sebutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pengedar-sabusabu-di-ngumban-surbakti-tembak-mati_20170219_133100.jpg)