Ngopi Sore

Inul di Pilkada Jakarta

Awalnya dari secarik foto. Inul melakukan swafoto dengan Ahok lalu menampilkan foto tersebut di halaman akun Instagram miliknya.

Inul di Pilkada Jakarta
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
INUL Daratista 

Lalu tiba-tiba Inul jadi perbincangan di panggung lain yang selama ini berjarak lumayan jauh dari dangdut. Terutama dangdut Inul. Yakni politik. Dalam hal ini, politik yang terkaitpaut dengan Pilkada Jakarta.

Inul bukan sekadar diperbincangkan. Inul dihujat. Sebagaimana Basuki Tjahaja Purnama atawa Ahok, dia dihujat lantaran dianggap menghina ulama dan karena itu menistakan agama. Bagaimana bisa?

Awalnya dari secarik foto. Inul melakukan swafoto dengan Ahok lalu menampilkan foto tersebut di halaman akun Instagram miliknya. Foto ini segera mendapatkan tanggapan dan semakin lama tanggapan-tanggapan yang masuk ke akun Inul adalah tanggapan yang makin bertendensi politik. Padahal Inul bilang dia tidak memaksudkan fotonya sebagai foto politik. Dia berswafoto dengan Ahok sekadar untuk berfoto. Katakanlah sekadar untuk pamer eksis. Tidak ada maksud lain.

Namun para penanggap agaknya terlanjur meyakini keyakinan mereka sendiri. Bahwa Inul berfoto dengan Ahok lantaran dia pendukung Ahok. Dan karena Inul mendukung Ahok maka dia mendukung seorang penista agama.
Inul terpancing. Lalu menuliskan kalimat yang meledakkan keriuhan. Dia menuliskan tentang orang bersorban (dia menulisnya 'syurban'), tentang perempuan, tentang percintaan. Dia menyebut skype, satu aplikasi di internet yang berbasis video.

Sesungguhnya Inul tidak menyebut nama. Hanya ada kata 'pemimpin' dan 'panutan', dan itu sudah cukup untuk mengindikasikan siapa yang dia maksud, dan atas indikasi inilah dia dihantam ramai-ramai.

Perkembangan terakhir, sejumlah orang akan melaporkan Inul ke polisi. Yeah, apa boleh buat, Mbak Inul. Sampeyan sudah jadi bintang dan selebritas, namun memang masih kelewat lugu. Sebagai pedangdut sampeyan mbok, ya, nyanyi dangdut saja. Tak usah sok ikut-ikutan apalagi singgung-singgung politik segala. Apalagi politik yang gawat seperti Pilkada Jakarta.

Anda kira politik Indonesia selugu dan selucu Goyang Ngebor sampayen itu?(t agus khaidir)

Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved