Tingkatkan Pelayanan, Tirtanadi Butuh Modal Segini dan Memerlukan Hal Ini

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Provinsi Sumut membutuhkan modal hingga Rp 1,8 triliun.

Tribun Medan / HO
Sosialisasi kenaikan tarif air minum PDAM Tirtanadi di Aula Kantor Camat Medan Baru, Jalan Rebab Nomor 34 Medan, Senin (17/4/2017).(Tribun Medan / HO) 

Baca: Cukup Bayar Parkir dan Jaga Kebersihan Jika Datang ke Pemandian Negeri Suah

Pengunjung tampak mencari sumber mata air panas di sekitar Pemandian Dua Suhu
Pengunjung tampak mencari sumber mata air panas di sekitar Pemandian Dua Suhu (Tribun Medan / Silfa)

Akademisi Unimed Drs Djauharis Lubis MPd mengajak masyarakat untuk memahami dasar Tirtanadi menaikkan tarif.

Dia mendorong masyarakat pelanggan menggali informasi dan menyampaikan keluhan di sosialisasi itu pelanggan.

"Dengan demikian harapan saya masyarakat tidak salah menyampaikan informasi kenaikan tarif air ke tetangga pelanggan lainnya. Bagaimana pun, Tirtanadi harus kita dukung untuk penyediaan air minum bagi masyarakat," katanya.

Sekretaris Camat Medan Baru Hari Indrawan Tarigan mengajak masyarakat untuk mendukung pelayanan air minum oleh Tirtanadi.

"Bilamana ada persoalan, ada keluhan, kami sarankan untuk berkoordinasi langsung ke Tirtanadi dan boleh juga melalui Halo Tirtanadi 1500-922," ujarnya.

Pada kesempatan itu, sejumlah warga menyampaikan keluhan. Seperti Rusmina warga Jalan Rebab meminta agar air mengalir lancar di pagi hari.

Warga lainnya Alwi mempertanyakan apakah Tirtanadi bisa meningkatkan kualitas rasa air yang diproduksi.

Menanggapi hal itu, Zulkifli Lubis mengatakan bahwa kuantitas air yang tidak lancar yang dihadapi Rusmina, segera ditangani petugas Tirtanadi dari Cabang Padang Bulan.

Kemudian terkait peningkatan kualitas rasa air Tirtanadi, menurut Heri Batangari terus dilakukan Tirtanadi dan bahkan sudah bisa diminum langsung.

Baca: NEWSVIDEO: Alamak Istri Andi Lala Masih Gunakan Alu untuk Menumbuk Makanan, Padahal . . .

Polisi membawa alu yang digunakan istri Andi Lala untuk membunuh selingkuhannya 2015 silam. Alu ini masih digunakan untuk menumbuk makanan, Senin (17/4/2017). (Tribun Medan / Victory)
Polisi membawa alu yang digunakan istri Andi Lala untuk membunuh selingkuhannya 2015 silam. Alu ini masih digunakan untuk menumbuk makanan, Senin (17/4/2017). (Tribun Medan / Victory) (Tribun Medan / Victory)

"Petugas laboratorium terus memantai kualitas air. Hanya saja memang kalau air itu sudah mengalir di rumah pelanggan, kami tidak menyarankan langsung diminum karena kondisi pipa yang belum semuanya bersih. Nah itulah memang yang juga concern kami ke depan," ujarnya.

Hadir juga pada sosialisasi itu sekitar 100 orang masyarakat pelanggan, Kepala PDAM Tirtanadi Cabang Padang Bulan Saul Parapat, sejumlah Kepala Lingkungan dan Lurah di Medan Baru dan LSM LP3SU.

(*/akb/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved