Tahun ini, Pengelolaan Sumber Air Baru Dibangun di Kota Wisata Ini

"Masalah paling berat adalah sumber air. Memang di sini (Berastagi-red) memiliki mata air, tapi letaknya di lembah yang rawan longsor. Selama ini.."

Tribun Medan / HO
Sosialisasi kenaikan tarif air PDAM Tirtanadi di Aula Kantor Camat Berastagi, Selasa (26/4/2017). (Tribun Medan / HO) 

TRIBUN-MEDAN.com - Berastagi sebagai satu kota wisata di Sumatera Utara harus didukung oleh pasokan air yang berkualitas.

Persediaan air harus pula mengalir hingga ke seluruh pelosok desa sehingga masyarakat bisa menggunakannya.

Selama ini, Desa Peceren paling sulit mendapatkan air bersih disebabkan tingkat elevasi paling tinggi di Berastagi.

Untuk itulah tahun 2017 ini, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara (Sumut) merencanakan pembangunan pengelolaan sumber air baru yakni di Desa Peceren.

"Masalah paling berat adalah sumber air. Memang di sini (Berastagi-red) memiliki mata air, tapi letaknya di lembah yang rawan longsor. Selama ini sumber air yg ada dari Lau Melas kapasitas 50 liter per detik, setengahnya dikirim ke Kabanjahe dan 50% lagi ke Berastagi," kata Direktur Air Minum Delviandri, saat acara Sambung Rasa Pelanggan Sosialisasi Penyesuaian Tarif di Aula Kantor Camat Berastagi, Selasa (26/4/2017).

Baca: Yuk Ikuti Beach Fashion Competition di Hotel Danau Toba dan Menangkan Hadiahnya

Baca: NEWSVIDEO: PMI Ikut Serta Dalam Memperingati HKBN di Kantor Gubernur

Ia menambahkan, menara air milik PDAM Tirtanadi tidak sanggup menyuplai air ke Desa Peceren dikarenakan letak geografis yang tinggi. Beda dengan daerah Sibolangit yang airnya bisa mengalir secara gravitasi.

"Untuk menambah pasokan air kepada masyarakat Kota Berastagi, maka dibangun pengelolaan sumber air baru di desa Peceren kapasitas 37 liter per detik. Tentu ini memerlukan biaya maka kami harus melakukan penyesuaian tarif air. Karena untuk menyuplai air harus menggunakan pompa listrik, dimana kita sama-sama tau tarifnya naik. Dan juga penggunaan bahan-bahan kimia seperti kapur untuk menetralkan tingkat keasaman air," jelasnya.

Sementara itu Direktur Administrasi dan Keuangan Arif Haryadian menambahkan, pertemuan kali ini paling istimewa dikarenakan seluruh jajaran turun untuk memberikan paparan langsung di depan masyarakat.

"Pertemuan kali ini paling istimewa. Mulai dari Dewan Pengawas, Direksi, Tim Tarif, Kepala Cabang dan elemen masyarakat turut turun menyampaikan sosialisasi," katanya.

Dijelaskan Arif, pihaknya menyadari bahwa sampai saat ini belum bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan, termasuk pelanggan yang ada di Berastagi.

"Melalui sambung rasa kami meminta kritik dan saran dari masyarakat untuk segera kami benahi. Untuk itulah kami turun kemari," ujar Arif.

Arif juga menuturkan saat ini Pemkab Karo dan PDAM Tirtanadi sudah berkomitmen untuk memperindah taman dan tugu wisata yang ada di depan Kantor Cabang Tirtanadi yang ada di Berastagi.

Pada kesempatan itu, PDAM Tirtanadi juga menyerahkan dana CSR kepada masyarakat Desa Sempa Jaya (Peceren) Kecamatan Berastagi. Dana CSR tersebut diserahkan oleh Kepala Cabang PDAM Tirtanadi Berastagi, Asnan Daulay dan diterima Kepala Desa Sempa Jaya, Meliala Purba sebagai kompensasi penggunaan sumber air di Desa Sempa Jaya yang nantinya akan digunakan untuk berbagai kepentingan Desa Sempa Jaya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved