Ngopi Sore

Basa-basi Bunga Ahok

Para suporter Ahok tentu saja memandang deret-deret karangan bunga ini dengan penuh rasa haru. Kelompok kontra mencibir dan menuding sebagai rekayasa.

Basa-basi Bunga Ahok
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
WARGA melintas di antara karangan bunga yang ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat di halaman kantor Balai Kota Jakarta, Rabu (26/4/2017). Karangan bunga tersebut berisi simpati warga kepada Ahok-Djarot pascapilkada Jakarta 2017. 

Andaikata dikonversi ke rupiah, berapa orang anak yatim piatu yang bisa disantuni, berapa goni beras yang bisa dibeli untuk membantu warga di belahan lain dunia yang sedang dilanda kelaparan, berapa banyak semen atau pasir atau batu yang bisa dibeli untuk memperbaiki sekolah atau jalan atau jembatan yang rusak.

Saya tak ingin masuk pada kontroversi, pada duga-dugaan, pada pengandaian-pengandaian macam begini. Terlepas dari benar atau salahnya, entah karangan bunga yang jumlahnya lebih dari 1.000 papan itu dikirim sendiri oleh Ahok atau memang sungguh-sungguh datang dari orang lain, bagi saya posisi karangan-karangan bunga tersebut tetap tak berubah. Tetap basa-basi.

Apakah simpati termasuk basa-basi? Apakah kesedihan tergolong basa-basi? Secara hakekat memang tidak. Akan tetapi, dalam konteks hubungannya dengan karangan bunga, terlebih-lebih apabila benang merahnya ditarik lebih panjang ke Pemilu Jakarta dan periode pemerintahan selanjutnya, kebasa-basian memang tak terhindarkan.

Sebab setelah karangan bunga terpampang apa faedahnya? Bukankah sampai sejauh ini yang lebih banyak mengemuka justru perdebatan-perdebatan dan olok-olok yang sungguh tak produktif dan hanya bikin kepala berpotensi jadi miring?

Maka alangkah lebih baik apabila warga Jakarta, pemilih Ahok maupun pemilih Anies dan Sandiaga Uno, mengawal kerja Ahok (dan Djarot) sampai periode mereka berakhir Oktober mendatang.

Bukan cuma terhadap proyek-proyek yang sedang berjalan seperti Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), Simpang Susun Semanggi, dan Arena Pacuan Kuda Pulo Mas. Tak kalah penting juga mengawal, dan juga mengawasi, proyek-proyek yang sudah jadi dan dioperasikan. Misalnya normalisasi sungai dan daerah pinggiran sungai. Sekarang, sejumlah bangunan liar dibangun warga di kawasan Pasar Ikan dan Kampung Akuarium. Kalijodo lebih gawat lagi.

Sehari setelah Ahok kalah, konon, kawasan itu langsung kehilangan keramahan dan keindahan. Oknum-oknum preman kembali, menyerobot pengelolaan perparkiran. Pedagang-pedagang panganan mendirikan tenda-tenda liar.

FOTO aerial ruang publik terbuka ramah anak (RPTRA) Kalijodo Jakarta Barat yang terlihat semrawut, Minggu (23/4/2017). Kesemrawutan terjadi karena menjamurnya pedagang yang berjualan tidak beraturan sehingga menganggu warga yang ingin menikmati suasana serta fasilitas RPTRA.
FOTO aerial ruang publik terbuka ramah anak (RPTRA) Kalijodo Jakarta Barat yang terlihat semrawut, Minggu (23/4/2017). Kesemrawutan terjadi karena menjamurnya pedagang yang berjualan tidak beraturan sehingga menganggu warga yang ingin menikmati suasana serta fasilitas RPTRA. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Saya kira, menyoroti hal ini jauh lebih penting, dan berguna, daripada berbasa-basi mengirimkan karangan bunga lantas membuang-buang waktu, ngotot-ngototan mendebatkan hal yang sungguh mati tak ada gunanya.

Ramai-ramailah mengingatkan Ahok, bahwa dia masih gubernur sampai Oktober dan karenanya masih punya hak untuk memastikan pekerjaan-pekerjaannya berjalan dengan semestinya.

Di lain sisi ini membantu Anies dan Sandi juga. Sebab akan lucu sekali, ironis bahkan, apabila saat mereka mulai bekerja nanti, Kalijodo justru telah kembali ke wajah semula. Wajah sebelum ditertibkan Ahok. Wajah yang serba kotor dan mesum dan membuat kaum perempuan niscaya menjerit-jerit histeris jika mengetahui lelaki-lelaki tercinta mereka berada di sana. Apa nanti kata dunia? (t agus khaidir)

Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved