Baca Edisi Cetak Tribun Medan

Keren, Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan Ajak Masyarakat Kerja Sama Bisnis Kambing

RPH akan mengundang masyarakat untuk menjalin kerja sama berbisbis penggemukan hewan ternak.

Tayang:
Int
Ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com - Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) Medan, tengah menjajaki bisnis baru. RPH akan mengundang masyarakat untuk menjalin kerja sama berbisbis penggemukan hewan ternak.

Direktur Utama PD RPH Medan Isfan Fachruddin, menjelaskan dengan bekerja sama dengan mereka, masyarakat tak perlu risau memikirkan soal lahan dan larangan memelihara hewan berkaki empat.

"Saat ini kami harus berkeliling mencari daging. Saya berpikir kenapa tidak melibatkan masyarakat ikut berinvestasi, ujar Isfan, Selasa (11/7/2017).

Baca: Mendadak, Ketua DPRD Marah saat Rapat Paripurna, Ini Penyebabnya

Baca: Atalarik Syah Hendak Hadirkan Sopir Pribadi Sebagai Saksi, Ini Kata Tsania Marwa

Baca: 5 Fakta Penangkapan Artis Sinetron Ammar Zoni, yang Kelima Pasti Bikin Anda Kaget

Isfan lantas memiliki perencanaan bisnis penggemukan kambing, yang melibatkan masyarakat.

Ia mengklaim bisnis ini cukup menggiurkan, lantaran saban hari permintaan daging kambing di Medan mencapai 200 ekor per hari. Selain itu, penggemukan kambing belum ada di Medan.
Masyarakat yang ingin berinvestasi cukup menyediakan kambing sehat berusia satu tahun, dengan perkiraan harga Rp 850 ribu per ekor.

Kambing tersebut akan digemukkan selama satu bulan, dengan target peningkatan bobot lima kilogram. "Sangat memungkinkan menaikkan bobot lima kilogram per bulan. Harga daging kambing di pasar saat ini mencapai Rp 80 ribu per kilo, berarti berpeluang memperoleh Rp 400 ribu," jelas Isfan saat ditemui di sebuah gerai kopi.

RPH juga sudah merinci pengeluaran selama proses penggemukan. Untuk pakan per ekor kambing diprediksi membutuhkan dana Rp 80 ribu, sedangkan penyewaan tempat dibebankan tarif Rp 1.000 per hari. "Pakan tak mahal, hanya rumput. Kami hanya memasang tarif sewa lahan Rp 1.000 per hari. Jadi diprediksi keuntungan lebih Rp 200 ribu per ekor," tambahnya.

Untuk melakukan investasi ini, masyarakat wajib tergabung dalam kelompok ternak yang akan dibuka RPH. Seblum memulai bisnis ini, RPH terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi.

"Kami akan membangun sistem terlebih dahulu, termasuk melibatkan program kredit usaha rakyat (KUR) bank tertentu. Sistem ini sampai kepada penyembelihan dan penjualan daging. Kami sangat tahu pasar. Dengan ini RPH sangat terbantu memastikan kualitas daging," ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Medan, Muslim mengaku, belum mengetahui rencana ini. Ia pun menyambut baik rencana yang akan dilakukan RPH. "Bagus, kalau sudah seperti itu daging tak perlu dari luar daerah. Kualitas daging bisa dipertanggungjawabkan," jelas Muslim.

Hal yang sama dikatakan anggota Komisi C DPRD Medan Andi Lumbangaol. Kepada Tribun, Andi menyebutkan rencana bisnis tersebut sangat menggiurkan. "Coba bawa inovasi ini ke Komisi C. Saya mau dengar langsung, ini sangat menggiurkan," tutur Andi.

Saat ini RPH memiliki lahan seluas 1,5 hektare untuk melaksanakan rencana bisnis tersebut. Sebelumnya, RPH juga telah menjalin kerja sama dengan perusahaan Malaysia bernama Electronic Fertilizer and Agro Base R and D SDN BHD.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved