Ngopi Sore

Andai Chester Bennington Jadi Anggota DPR

Dari penelitian dilakukan Center for Suicide Research, disebut bahwa potensi bunuh diri berbanding lurus dengan tingkat kecerdasan dan kreativitas.

Andai Chester Bennington Jadi Anggota DPR
AFP PHOTO/PATRICIA DE MELO MOREIRA
CHESTER Bennington bernyanyi saat tampil dalam konser The Rock in Rio Lisboa Music Festival bersama Linkin Park di Lisbon, Portugal, 26 Mei 2012. 

Jokowi dan Prabowo dan Ahok dan Habib Rizieq Shihab kerap mengalami perisakan secara nasional. Namun pembela mereka tak kalah banyak. Pembela-pembela yang serba fanatik lagi militan. Pula demikian Fahri Hamzah dan Fadli Zon dan Felix Siaw, atau --katakanlah-- Tere Liye dan Ayu Ting Ting.

Polisi sering dirisak. Polisi punya pembela. FPI sering dirisak. FPI punya pembela. Jonru sering dirisak. Jonru punya pembela. Ribuan jumlahnya. Bahkan HTI yang selama bertahun-tahun berteriak anti demokrasi dan anti Pancasila, tiba-tiba bisa punya banyak sekali pembela.

Tidak demikian Young Lex dan Anggota DPR. Young Lex, rapper kemarin sore yang bergaya bak superstar hiphop kelas dunia, itu dirisak secara nasional dan yang bisa dilakukan hanyalah membela dirinya sendiri. Kadangkala dengan cara yang ampun-ampunan menggelikan. Anggota DPR juga demikian. Dari tingkat daerah sampai pusat.

Kenapa tidak ada yang membela? Sebenarnya ada, namun jumlahnya jauh lebih sedikit, dan makin lama makin sedikit, tenggelam oleh gelombang perisakan yang justru terus membesar.

Ratusan anggota DPR dari empat fraksi yakni F- Gerindra, F-PAN, F-PKS dan F-Demokrat meninggalkan ruang sidang sebelum pengesahan RUU Pemilu pada sidang Paripurna DPR ke-32 masa persidangan V tahun sidang 2016-2017 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (21/7/2017) dini hari. DPR mengesahkan RUU Pemilu menjadi undang-undang setelah melalui mekanisme dan memilih opsi A, yaitu Presidential Threshold sebesar 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional.
Ratusan anggota DPR dari empat fraksi yakni F- Gerindra, F-PAN, F-PKS dan F-Demokrat meninggalkan ruang sidang sebelum pengesahan RUU Pemilu pada sidang Paripurna DPR ke-32 masa persidangan V tahun sidang 2016-2017 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (21/7/2017) dini hari. DPR mengesahkan RUU Pemilu menjadi undang-undang setelah melalui mekanisme dan memilih opsi A, yaitu Presidential Threshold sebesar 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional. (ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA)

Tentu saja tidak semua anggota DPR kita sontoloyo. Ada di antara mereka yang benar-benar menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat. Benar-benar berpikir dan bekerja untuk rakyat. Akan tetapi, sebagaimana para pembelanya, jumlah mereka sedikit, dan terus menyusut, tenggelam oleh anggota-anggota DPR yang makin ke sini makin banyak dan makin sontoloyo.

Sulit memang membayangkan Chester Bennington yang perfeksionis berada di tengah-tengah para anggota DPR seperti ini. Sulit membayangkan dia berada di antara pusaran lobi dan siasat dan permufakatan-permufakatan yang dibentuk oleh logika miring untuk meloloskan kepentingan-kepentingan yang tak jarang tidak ada hubungannya dengan kepentingan rakyat.

Mungkin, mungkin saja dia akan ikut arus. Mungkin, dengan kreativitasnya, Chester Bennington malah akan menjadi perancang dari segala lobi dan siasat tersebut, dan sangat boleh jadi beranjak kaya dan terkenal karenanya.

Namun lama kelamaan, seperti yang terjadi di kehidupannya yang nyata, dia akan merasa semakin tersiksa. Uang dan ketokohan tak membuatnya berbahagia. Bennington tidak dapat lagi merasakan dirinya yang berjiwa. Sekadar raga dan nyawa, tanpa rasa. Dan ini membuatnya merindukan saat-saat tatkala dia tak punya apa-apa.

I wanna heal, I wanna feel like I'm close to something real
I wanna find something I've wanted all along
Somewhere I belong

Dan begitulah. Lantaran tak kuasa keluar dan justru makin terbelit dalam keabsurdan, dia memang akan selalu berada di ambang kematian. Tinggal menunggu waktu dan kesempatan.(t agus khaidir)

CHESTER Bennington bernyanyi saat tampil dalam konser Rock in Rio USA 2015 bersama Linkin Park di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, pada 9 Mei 2015.
CHESTER Bennington bernyanyi saat tampil dalam konser Rock in Rio USA 2015 bersama Linkin Park di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, pada 9 Mei 2015. (AFP PHOTO/FREDERIC J. BROWN)

Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: T. Agus Khaidir
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved