Breaking News:

Ngopi Sore

Neymar, Mencintai Uang atau Sepakbola

Neymar bilang dia lebih suka disamakan dengan Garrincha ketimbang Pele. Apa yang dicarinya di Paris?

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
www.thescore.com
NEYMAR 

Sama sekali tak mudah. Berkhianat, bagaimana pun, membutuhkan nyali besar. Luis Enrique, Luis Figo, dan Sol Campbell. Demikian bencinya suporter Tottenham Hotspurs pada Campbell, hingga tak cukup menjulukinya 'Judas', secara khusus mereka juga menciptakan satu lagu berisi rentetan kecaman yang dinyanyikan 90 menit tanpa putus tiap kali Campbell datang bermain di White Hart Line.

Figo? Momentum tatkala suporter Barcelona melemparnya dengan kepala babi akan terus tercatat dalam lembaran sejarah sepakbola.

Sedangkan pemain mata duitan sepenuhnya dianggap sampah. Tak ada perkara lain yang jadi dasar pertimbangan kecuali uang. Kisah Emmanuel Adebayor paling sohor. Ciamik bersama Arsenal di musim 2006 sampai 2009, Adebayor mendapat tawaran manajemen Manchester City yang kala itu sedang melakukan revolusi besar-besaran. Dia tawari gaji besar. Mencapai kurang lebih Rp 3,3 miliar per pekan, nyaris sepuluh kali lipat dari gaji yang diperolehnya di Arsenal. Adebayor menerimanya tanpa pikir panjang.

Sampai di sini sebenarnya tidak ada masalah. Cap sebagai mata duitan mengemuka setelah dia merayakan gol secara berlebihan pada laga City versus Arsenal di City of Manchester Stadium, 12 September 2009. Adebayor berlari menyisir lapangan, mendatangi tribun di mana suporter Arsenal berada, lantas menepuk-nepuk logo City di dadanya.

Ada satu kategori lain. Yakni pemain yang pindah demi tujuan tertentu. Biasanya gelar juara. Gabriel Batistusta dan Robin van Persie, contohnya. Tujuh tahun tanpa gelar juara liga domestik di Fiorentina, Batistuta angkat kaki ke klub yang menurutnya lebih potensial menjadi juara. Pula demikian van Persie. Dari Arsenal dia menyeberang ke Manchester United. Langkah yang tidak keliru karena bersama Roma Batistuta menuntaskan dahaga gelarnya di musim 2000-2001. Van Persie ikut merasakan kedigdayaan Manchester United di musim 2012-2013.

Nah, bagaimana Neymar? Pada kategori mana dia diletakkan? Sepekan terakhir Neymar da Silva Santos Junior jadi topik percakapan paling hangat di jagat sepakbola. Rencana perpindahannya dari Barcelona ke Paris Saint Germain diyakini bakal memecahkan rekor transfer. Tidak tanggung-tanggung. Rekor kemungkinan terkoreksi hingga dua kali lipatnya.

Saat ini, rekor transfer dipegang Paul Pogba. Manchester United menebus Pogba dari Juventus seharga 105 juta euro. Untuk mendapatkan Neymar, PSG harus membayarkan 222 juta euro kepada Barcelona.

Dari sisi jumlah uang, rencana perpindahan ini membuat tranfer yang membuat Adebayor dicap mata duitan jadi tak berarti apa-apa. Bahkan tetap tidak terlalu berarti jika tranfer pemain-pemain yang bermigrasi ke Liga Tiongkok digabung jadi satu.

Apakah dengan demikian Neymar bisa disebut mata duitan? Tunggu dulu.

Neymar bermain sepakbola untuk sepakbola. Persisnya, untuk sepakbola tradisional Brasil, Ginga. Sepakbola yang benar-benar merepresentasikan keindahan. Sepakbola yang lebih mirip tarian.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved