Ngopi Sore

Neymar, Mencintai Uang atau Sepakbola

Neymar bilang dia lebih suka disamakan dengan Garrincha ketimbang Pele. Apa yang dicarinya di Paris?

Tayang:
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
www.thescore.com
NEYMAR 

Nah, bagaimana Neymar? Pada kategori mana dia diletakkan? Sepekan terakhir Neymar da Silva Santos Junior jadi topik percakapan paling hangat di jagat sepakbola. Rencana perpindahannya dari Barcelona ke Paris Saint Germain diyakini bakal memecahkan rekor transfer. Tidak tanggung-tanggung. Rekor kemungkinan terkoreksi hingga dua kali lipatnya.

Saat ini, rekor transfer dipegang Paul Pogba. Manchester United menebus Pogba dari Juventus seharga 105 juta euro. Untuk mendapatkan Neymar, PSG harus membayarkan 222 juta euro kepada Barcelona.

Dari sisi jumlah uang, rencana perpindahan ini membuat tranfer yang membuat Adebayor dicap mata duitan jadi tak berarti apa-apa. Bahkan tetap tidak terlalu berarti jika tranfer pemain-pemain yang bermigrasi ke Liga Tiongkok digabung jadi satu.

Apakah dengan demikian Neymar bisa disebut mata duitan? Tunggu dulu.

Neymar bermain sepakbola untuk sepakbola. Persisnya, untuk sepakbola tradisional Brasil, Ginga. Sepakbola yang benar-benar merepresentasikan keindahan. Sepakbola yang lebih mirip tarian.

Dalam biografinya, The Making of the World's Greatest New Number 10, Neymar bilang dia lebih suka disamakan dengan Garrincha ketimbang Pele. Garrincha yang selalu berlari, merangsek ke depan, berkelit, melakukan drible sampai jauh ke pelosok kotak penalti lawan, dan mencetak gol.

Neymar bermain dengan gaya seperti itu di Santos. Neymar bermain dengan gaya serupa di Barcelona. Menyempurnakannya dengan segala macam trik yang kadang-kadang kelewat iseng dan nakal dan hingga musim keempat, dia mengukuhkan diri sebagai bintang utama. Tentunya di sisi Lionel Messi.

NEYMAR dan Lionel Messi
NEYMAR dan Lionel Messi (www.eurosport.com)

Tentang Messi, sejak awal kedatangannya ke Camp Nou, Neymar mengesankan dirinya sebagai calon penerus yang tahu diri. "Saya tidak datang untuk gelar pemain terbaik dunia. Gelar itu sudah ada yang punya dan saya datang untuk membantu dia."

Persoalannya, sampai kapan? Lionel Messi sekarang 30 tahun. Neymar lima tahun lebih muda. Menilik performa Messi sejauh ini, diperkirakan dia masih berada di kisaran level super sampai tidaknya lima tahun ke depan. Di saat itu, Neymar sudah 30 dan tidak ada jaminan dia tetap garang. Di lain sisi, selama lima tahun pula dia akan tetap menjadi bayang-bayang.

Kecenderungan inilah yang boleh jadi mendorong Neymar mempertimbangkan tawaran PSG. Dia tak semata tergiur karena uang. Bagaimana pun dia orang Brasil. Dan bagi orang Brasil, dalam perkara sepakbola, adalah tabu jika harus kalah dari Argentina.(t agus khaidir)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved