Breaking News:

Ngopi Sore

Tetaplah Kurus Pak Jokowi, Merdeka !

Perkara tulus tidaknya doa tentu tak dapat digugat lantaran hal ini memang tak dapat dinilai. Tulus atau tidak penentunya Tuhan.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
ANTARA FOTO/AGUS SUPARTO
FOTO BERSAMA - Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) dan Wapres Jusuf Kalla (keempat kanan) berfoto bersama (dari kiri) mantan Presiden BJ Habibie, Iriana Joko Widodo, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Mufidah Jusuf Kalla, mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono, usai upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI dengan mengenakan busana adat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (17/8). 

"Gemukkanlah badan beliau, Ya Allah, karena kini terlihat semakin kurus, padahal tekad beliau dalam membangun bangsa dan negara ini tetap membaja untuk maju terus agar menjadi bangsa yang adil makmur dan sejahtera," kata Tifatul dalam doanya.

Di media sosial, banyak yang merisak Tifatul Sembiring. Menyebut dia munafik dan doanya tidak tulus dan bermuatan politik kepentingan. Doa di acara resmi kenegaraan, kok, nyeleneh seperti itu? Kenapa tidak doa yang kalimatnya datar dan formal-formal saja? Pendek kata menyejukkan. Tidak multi interpretasi. Ada pula yang mengaitpautkan doanya dengan tingkah polah buruk oknum politisi partainya.

Perkara tulus tidaknya doa tentu tak dapat digugat lantaran hal ini memang tak dapat dinilai. Tulus atau tidak penentunya Tuhan. Siapa tahu beliau tulus. Siapa tahu, dari lubuk hatinya yang paling dalam, beliau sebenar-benarnya prihatin melihat Jokowi kurus dan ingin melihatnya sedikit lebih gemuk. Seperti Fahri Hamzah, misalnya.

Kenapa harus dirisak? Cukuplah tak bersepakat. Cukuplah mengingatkan Pak Tifatul bahwa dibanding tubuh kurus, tubuh gemuk lebih potensial diakrabi penyakit. Tidak gesit, cepat lelah dan mengantuk. Tubuh gemuk lebih cocok untuk orang yang lebih banyak duduk di kursi empuk dan mengandalkan cocotnya. Sama sekali tak  cocok untuk orang yang diharapkan bekerja keras membangun bangsa dan negara.(t agus khaidir)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved