Ngopi Sore
Tetaplah Kurus Pak Jokowi, Merdeka !
Perkara tulus tidaknya doa tentu tak dapat digugat lantaran hal ini memang tak dapat dinilai. Tulus atau tidak penentunya Tuhan.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
Di media sosial, banyak yang merisak Tifatul Sembiring. Menyebut dia munafik dan doanya tidak tulus dan bermuatan politik kepentingan. Doa di acara resmi kenegaraan, kok, nyeleneh seperti itu? Kenapa tidak doa yang kalimatnya datar dan formal-formal saja? Pendek kata menyejukkan. Tidak multi interpretasi. Ada pula yang mengaitpautkan doanya dengan tingkah polah buruk oknum politisi partainya.
Perkara tulus tidaknya doa tentu tak dapat digugat lantaran hal ini memang tak dapat dinilai. Tulus atau tidak penentunya Tuhan. Siapa tahu beliau tulus. Siapa tahu, dari lubuk hatinya yang paling dalam, beliau sebenar-benarnya prihatin melihat Jokowi kurus dan ingin melihatnya sedikit lebih gemuk. Seperti Fahri Hamzah, misalnya.
Kenapa harus dirisak? Cukuplah tak bersepakat. Cukuplah mengingatkan Pak Tifatul bahwa dibanding tubuh kurus, tubuh gemuk lebih potensial diakrabi penyakit. Tidak gesit, cepat lelah dan mengantuk. Tubuh gemuk lebih cocok untuk orang yang lebih banyak duduk di kursi empuk dan mengandalkan cocotnya. Sama sekali tak cocok untuk orang yang diharapkan bekerja keras membangun bangsa dan negara.(t agus khaidir)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jokowi-kemerdekaan_20170817_170541.jpg)